Di Angkringan Semua Orang adalah Filsuf

Setelah bergulat dengan realita kehidupan, ada kalanya kita ingin rehat dari hiruk pikuk sehari-hari. Dari pekerjaan sampai tugas-tugas kuliah, jika tidak dijeda, bisa bikin kepala meleda.

Jadi tidak ada salahnya berpikir untuk menepi sejenak.

Dan angkringan dapat menjadi salah satu tempat untuk rehat itu.

Ketika mendengar kata “angkringan” hal pertama yang terkesan mungkin hanya tempat makan malam dengan harga terjangkau. Namun bagi saya angkringan melebihi itu.

Di angkringan, aneka kemasan minuman instan, gorengan hangat, nasi kucing, dan menu kecil lainnya ditata rapi, demi menjadi penolong lapar.

Ketika malam mulai meninggi, dan banyak orang berdatangan, rasanya angkringan seakan-akan sedang ada perjamuan. Orang-orang berbeda latar datang untuk makan dan mengobrol. Bahkan menonton pertandingan sepak bola.

Beberapa waktu lalu saya nongkrong di angkringan. Di sebelah saya duduk sekelompok orang yang nampaknya baru pulang kerja, mereka semua memesan kopi hitam.

Saya tak sengaja menyimak percakapan mereka, yang membahas banyak hal: mulai dari penatnya lingkungan kerja, impian yang terpaksa ditunbda, cita-cita di masa kuliahm hingga harga pangan di pasar.

Rasanya menarik melihat bagaimana orang-orang menggunakan momen-momen di angkringan seperti ini.

Rupanya angkringan mulai banyak bertumbuhan belakangan ini, dan selalu ramai, bukan cuma karena harganya yang terjangkau.

Melainkan karena ia memenuhi kebutuhan banyak orang untuk mengurai kejadian sehari-hari. Mungkin karena itulah, di angkringan semua orang mendadak filsuf.

Di titik ini saya merasa, bahwa keberadaan angkringan tidak saja memenuhi kebutuhan setiap orang soal tempat makan malam yang murah. Melainkan kebutuhan kita, untuk sejenak saja …. menjadi filsuf.

Jadi, di angkringan nanti, ajaklah teman untuk membicarakan apa saja. Mulai dari soal bos di tempat kerja yang berengsek, sampai saran Marx untuk menumbangkan para pemilik pabrik. Bebas.

Author

  • Maria Dominika Tyas Kinasih

    Lahir di Kabupaten Semarang, menyukai karya-karya Sapardi Djoko Damono. Penggemar warna biru. Instagram @mariadominika_ @mariaoldieswords

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
casibom | parmabet | roketbet | jojobet | jojobet giriş | bets10 | bets10 |