

Yang Terjadi pada Jam 5 Sore
angin sore ini lebih kering dari biasanya
burung di langit kehausan
kau duduk di sana di kafe bergaya tua
mencermati setiap sepi yang ada
mungkinkah sebuah pelukan
menyelematkanmu dari neraka?
konon, satu ciuman lebih mustajab dari
seribu doa tapi dari bibir manakah sorga terbuka
jika setiap ciuman menyalakan api
yang membakar dadamu
lalu kau mulai
Curiga pada cinta
tak mungkin ia membawamu ke firdaus itu
sebab dalam genggam tanganmu
bunga menjadi abu
Satu Peristiwa
suatu kali kita bertemu, kupilih cara-cara paling sederhana: menonton film di bioskop lalu mengurai diri pelan-pelan seperti mereguk secangkir kopi yang terhidang. aku mengeluarkan rokok beserta koreknya, kupantik api dan terbakarlah tubuh kita di malam yang singkat itu.
suatu hari, bila kita harus berkenalan lagi, tak perlu bersusah-payah dengan kepura-puraan. aku akan datang membawa diri yang hampir habis dan kau boleh tiba dengan segumpal kecemasan lalu meleburlah menjadi peristiwa yang melekat di kepala.
Cuaca buruk di kepalamu
seperti racun tikus
kau berupaya menjemput matahari
menjumput pelangi
tetapi kabut semakin pekat dan menghalangi
dadamu membengkak
seperti bunga pinjaman rentenir
harapan adalah cicilan-cicilan yang sulit dilunaskan
sebab harga cuaca baik terlalu mahal
untuk dibayar tunai
Si anjing itu
digonggong kesepian
tidur beralas hujan
Si anjing itu
mencari remah remah di jalanan
diusir dan ditendang oleh cacian
Si anjing itu
ringkih tak berdaya
tak punya tuan berbagi cinta
Si anjing itu
terhembalang
terbuang
Anjing itu
Anjing itu
sedih
sepi
nyeri
menanti mati