Series ATLA di Netflix Gak Sebagus yang Orang Bilang
Saya cuma berharap ATLA gak akan di live action-in lagi. Saya mau bilang "Sudah, lah. Jangan rusak ATLA lebih jauh."
Kita mau ngulik dan ngenalin karya-karya (dari film, musik, dan buku) sampai ke akar, dan menjadikannya “personal”.
Untuk kamu yang ingin melihat atau mencoba “membaca” karya dengan kacamata lain, yanglebih jujur, lebih dalam, lebih nyimpang. Inilah
Saya cuma berharap ATLA gak akan di live action-in lagi. Saya mau bilang "Sudah, lah. Jangan rusak ATLA lebih jauh."

Ulasan Novel Namaku Alam 1 karya Leila S. Chudori

Para Penyimpang, maukah kuceritai tentang sebuah puisi? Bukan puisi unyu tentang cinta, apalagi puisi yang melulu bicara mengenai senja. Bukan, bukan itu, melainkan tentang realitas dalam kehidupan berumah tangga. Inilah dia, Sangkan Paran Pelukan judulnya: Jeng, berapa lama kita tak jumpa? Satu, dua, tiga dasa, Atau telah beratus purnama? Andai esok kita jumpa […]

Semuanya tepat, temponya lambat tapi representatif banget.

Permasalahannya sekarang, aku sedang merasakan tujuan yang samar sekaligus obsesiku yang menggebu-gebu.

Lihatlah bagaimana Exupery menggunakan analogi pohon baobab untuk kedengkian yang lama-lama menghancurkan hidup kita.

Dan ndilalah lambenya bocah kelas 5 ini tidak terkondisikan dengan baik. Mereka nyeplos: guru kok banyak tidak tahunya.️

Aaah affah iya? kata saya ketika membaca judul yang gak senonoh itu. Padahal, tongkrongan artsy kan gak cuma anak-anak yang kemarin ada di Medioker tapi ya biar menarik aja weh~ Gengan Agus Artsurd dan Noval membuat acara yang saya rasa kelewat kurang ajar kalau di poster mulai jam 3.30 tapi datang jam 5 sore. Sesekali […]

Apakah konsep post-rock ini sama dengan konsep posmo? Entahlah. Biar Lord Farid yang jawab.

Pokoknya, tiap episodenya apa yang akan Pupus lakukan dibenturkan dengan problem. Ya, sama seperti kita. Realistis sekali, bukan?
