Menyesal Sejak Halaman Pertama: Ulasan Buku Apa yang Kau Lupakan Hari Ini? karya Jein Oktaviany
Saya menyesal buku Apa yang Kau Lupakan Hari Ini? menjadi buku pertama yang saya baca di tahun 2026.
Kita mau ngulik dan ngenalin karya-karya (dari film, musik, dan buku) sampai ke akar, dan menjadikannya “personal”.
Untuk kamu yang ingin melihat atau mencoba “membaca” karya dengan kacamata lain, yanglebih jujur, lebih dalam, lebih nyimpang. Inilah
Saya menyesal buku Apa yang Kau Lupakan Hari Ini? menjadi buku pertama yang saya baca di tahun 2026.

Sebab manusia, akan selalu mencerminkan lingkungannya dan sesuai pepatah, ulin jeung tukang minyak bakal kabagean seungitna.

Dulu "Sebelah Mata" adalah lagu Efek Rumah Kaca yang paling sering saya dengarkan. Hingga akhirnya, Maret 2024 ibu saya berpulang.

Seperti film Avengers: premisnya sama, hanya ditambah member saja. Konsepnya seperti yang iya melawan tambang, tapi ujung-ujungnya film Amerika-sentris lagi. Huft. Capek.

Orang jenius kelas atas akan menjadi Audrey, jenius dari kelas bawah, mungkin akan berakhir menjadi tidak berdaya, mengurung kemampuannya untuk menjadi buruh pabrik. dan yang terparah: membunuh dirinya sendiri.

Dalam drama romansa Filipina rilisan tahun 2023 yang disutradarai oleh RC Delos Reyes ini kita disuguhi cerita tentang Jeff (Carlo Aquino) seorang calon pastor dari Manila yang sedang menjalani masa regency di Kota Legazpi, Albay. Masa regency sendiri bermakna masa permenungan bagi seorang calon pastor untuk memikirkan matang-matang keputusan yang akan ia ambil: tetap menjadi pastor […]

Inilah pentingnya kita agar tidak berburuk sangka kepada orang lain, bak yang terjadi pada pencarian Pendekar Mato Merah yang dilakukan oleh Samsudin kepada seorang Leman dalam film Sia besutan sutradara Rori Aroka ini. Awalnya Samsudin begitu yakin bahwasanya Leman adalah Pendekar Mato Merah itu sendiri dan mungkin saja tebakannya tepat, tapi semua yang suudzon itu tidak […]

Dalam semesta buku ini, Jieun memiliki kekuatan bisa mengatur hidupnya hanya dengan membayangkannya saja sambil memejam mata. Woah. Saya tidak terbayang jika saya memiliki kekuatan itu. Tentu lah saya tidak usah payah bekerja, cukup bayangkan saja rumah saya besar dan punya banyak makanan yang tak pernah habis, maka tring! Saya akan menjadi mbak-mbak aktivis yang 100% mampu melawan keserakahan kapitalis enih!

“And so it is, just like you said it would be…” (Damien Rice, “The Blower’s Daughter”) Prolog Ada satu kebohongan besar yang dijual dengan sangat mahal di zaman ini: bahwa patah hati dapat disembuhkan. Industri pemulihan kesehatan mental memperlakukan luka jiwa seperti jerawat sialan, ada dosisnya, ada jadwalnya, ada janji kesembuhannya. Bahkan, Spotify menawarkan playlist […]

Pada titik inilah, saya sampai pada satu kesimpulan bahwa banyak orang tua sebenarnya belum benar-benar siap menjadi orang tua, dan hei! Beranak-pinak itu tidak hanya urusan membuat dan membiayainya saja!
