Puisi

Puisi-puisi dari Para Penyimpang, dikurasi oleh kami untuk mewakili apa yang menurut kami, NYIMPANG BANGET. Alias ori dan dekat dengan “Semangat Zaman” ini.

Di sinilah Para Penyimpang menjadikan puisi jadi tempat pelarian, perlawanan, atau sekadar main-main rasa. Baca, atau ikutlah mencatat bersama kami.

Ayahku Telah Gagal

Ayahku Telah Gagal Di malam itu… langit tampak mendung, tapi seperti tidak ingin hujan itu turun. Apakah ia sedang bingung? Ataukah ia sedang berpura tidak menurunkannya? Pada malam itu juga, aku melihat ayahku terbaring tak berdaya. Ia bagaikan singa yang kehilangan taringnya. Aku duduk di sampingnya dan menaruh kepalanya di atas tanganku, menuntunnya untuk terakhir […]

More posts