Terlambat dan Puisi-Puisi Lainnya
Tak wajar kupermasalahkan nasibku yang diam di tempat sejak dulu,
Puisi-puisi dari Para Penyimpang, dikurasi oleh kami untuk mewakili apa yang menurut kami, NYIMPANG BANGET. Alias ori dan dekat dengan “Semangat Zaman” ini.
Di sinilah Para Penyimpang menjadikan puisi jadi tempat pelarian, perlawanan, atau sekadar main-main rasa. Baca, atau ikutlah mencatat bersama kami.
Tak wajar kupermasalahkan nasibku yang diam di tempat sejak dulu,

Warna itu lekat,terus terang- menawanCantik bak- Esla karakter frozen


Jika kau ikut, maka ikutilah perkataanku!

lalu ke mana nama Bapak yang tersohor dan menjadi pujian orang-orang di desa? tak mungkin lepas karena anak ayam satu yang hilang rumah dan induknya

Tekad dalam diriku sudah bulat. Aku hanya meminjam segalanya.

Buku Catatan di Warung Kopi Di warung kopi, utang ditulis di buku tipis lebih jujur daripada janji kampanye. Namaku berbaris rapi, seperti tokoh figuran dalam novel yang tak pernah tamat. Camus duduk di kursi plastik, menyruput pahit tanpa bertanya: untuk apa pagi jika sore selalu ditagih? Dostoyevski menghitung receh di saku celana sobek, menyadari: yang […]

"Is death not sweeter than being left to despair?"


YANG KUTAHU aku tak tahu bagaimana menulis yang ku tahu aksara adalah aku aku tak tahu bagaimana menulis yang ku tahu metafora tak lagi kaku aku tak tahu bagaimana menulis yang ku tahu diksi melirih pelan aku tak tahu bagaimana menulis setengah tinta yang aku hidup Purwokerto, 4 Februari 2020 BUKAN […]
