Dalam Segala Perihal, Ibuku berkata Begini
Dalam sunyi, di ambang waktu
Puisi-puisi dari Para Penyimpang, dikurasi oleh kami untuk mewakili apa yang menurut kami, NYIMPANG BANGET. Alias ori dan dekat dengan “Semangat Zaman” ini.
Di sinilah Para Penyimpang menjadikan puisi jadi tempat pelarian, perlawanan, atau sekadar main-main rasa. Baca, atau ikutlah mencatat bersama kami.



terlalu sibuk bekerja demi menamakan diri mereka buku politik dan self-improvement

Di suatu negeri yang besar tagihan pajaknya konon tak ada satupun jalanan berlubang

Butiran air satu demi satu menetes membasahi atap tua



dari seonggok Lumut yang pernah Bermahkotakan Mawar, sebut saja ia begitu

bayangan berbulu hitam legam berbaring malas di kaca jendela
