Nicolette
sulutan dupa mengasap melempangkan diri
Puisi-puisi dari Para Penyimpang, dikurasi oleh kami untuk mewakili apa yang menurut kami, NYIMPANG BANGET. Alias ori dan dekat dengan “Semangat Zaman” ini.
Di sinilah Para Penyimpang menjadikan puisi jadi tempat pelarian, perlawanan, atau sekadar main-main rasa. Baca, atau ikutlah mencatat bersama kami.

di atas pagar waktu. sayangku, suntikan bisamu pada leherku, jangan mulutku. minggatlah.

Dasar, manusia memang hobi mengecap rasa tetapi minim informasi, jadi kubilang saja yang asin itu dari kondom

keparat! aku tidak sanggup pergi atau lari atau bermain di lain-lain pintu

hanya hening dan lengang, yang singgah pada ruang tak bernama.

Puja dan Puji Rasa pada desir angin pantai, redupnya senja, dan diammu sore itu: aku memujamu. atas apa-apa yang indah pada wujudmu: tenangmu, senyummu, dan tatapan teduhmu. memang benar, bukan sekali aku menjumpa rasa yang sama, namun tetap saja berbeda. kamu berbeda. sebab hadirmu di waktu ini, merupakan anugerah semesta untuk mengajariku arti […]



saat pohon-pohon dimandikan bensin, dilukai api. setan yang menumbuhkan semak-semak berduri. kerakusan begitu tajam, begitu kejam.

azimat dadu menjelma seratus busur panah
