Endapan, Kenang, Kening, dan Puisi Lainnya
Embun mengeruhkan kota. Namamu sempat terbaca, lalu larut
Puisi-puisi dari Para Penyimpang, dikurasi oleh kami untuk mewakili apa yang menurut kami, NYIMPANG BANGET. Alias ori dan dekat dengan “Semangat Zaman” ini.
Di sinilah Para Penyimpang menjadikan puisi jadi tempat pelarian, perlawanan, atau sekadar main-main rasa. Baca, atau ikutlah mencatat bersama kami.
Embun mengeruhkan kota. Namamu sempat terbaca, lalu larut
Sebab rasa yang layu tumbuh subur, akibat angkuhmu selalu dirawat.
Dengan semua harap yang kalap kepunyaanku.
Nahasnya ia tetap menjadi orang yang sama seperti dulu
“Wahai langit yang maha, jangan hanya turunkan hujan sahaja. Tolong berikan juga takdir yang perkasa”