Anak Wabah
akan kami pandu kuda putih dan sisa takdirnya
Puisi-puisi dari Para Penyimpang, dikurasi oleh kami untuk mewakili apa yang menurut kami, NYIMPANG BANGET. Alias ori dan dekat dengan “Semangat Zaman” ini.
Di sinilah Para Penyimpang menjadikan puisi jadi tempat pelarian, perlawanan, atau sekadar main-main rasa. Baca, atau ikutlah mencatat bersama kami.







Ciumlah, Mijnheer. Wangi mawar layu kerah bajumu beradu amis keringat kuli panggul Sunda Kelapa.


