Puisi

Puisi-puisi dari Para Penyimpang, dikurasi oleh kami untuk mewakili apa yang menurut kami, NYIMPANG BANGET. Alias ori dan dekat dengan “Semangat Zaman” ini.

Di sinilah Para Penyimpang menjadikan puisi jadi tempat pelarian, perlawanan, atau sekadar main-main rasa. Baca, atau ikutlah mencatat bersama kami.

Balon

di atas pagar waktu. ‎sayangku‎, suntikan bisamu pada leherku, jangan mulutku. minggatlah.

Pertolongan Pertama

Dasar, manusia memang hobi mengecap rasa tetapi minim informasi, jadi kubilang saja yang asin itu dari kondom

Puja dan Puji Rasa

Puja dan Puji Rasa   pada desir angin pantai, redupnya senja, dan diammu sore itu: aku memujamu. atas apa-apa yang indah pada wujudmu: tenangmu, senyummu, dan tatapan teduhmu.   memang benar, bukan sekali aku menjumpa rasa yang sama, namun tetap saja berbeda. kamu berbeda. sebab hadirmu di waktu ini, merupakan anugerah semesta untuk mengajariku arti […]

Bayi Sungai

saat pohon-pohon dimandikan bensin, dilukai api. setan yang menumbuhkan semak-semak berduri. kerakusan begitu tajam, begitu kejam.

More posts