Aku Menolak Melewatinya seperti Sinta
Teriakan cekcok orang kuikuti sampai buntu menemui aku.
Puisi-puisi dari Para Penyimpang, dikurasi oleh kami untuk mewakili apa yang menurut kami, NYIMPANG BANGET. Alias ori dan dekat dengan “Semangat Zaman” ini.
Di sinilah Para Penyimpang menjadikan puisi jadi tempat pelarian, perlawanan, atau sekadar main-main rasa. Baca, atau ikutlah mencatat bersama kami.
Teriakan cekcok orang kuikuti sampai buntu menemui aku.


Menyimpan luka, bertarung sunyi, lalu memeluk senyap.

Cinta, mati, dan pencarian makna dalam sunyi jiwa.


Potongan-potongan kenangan absurd, manis, dan intim—tentang cinta, kebebasan, dan hal-hal kecil yang bikin hidup terasa lebih seru.

Terdapat pergulatan batin manusia dalam menghadapi kehidupan, membawa pembaca menyusuri lapisan emosi yang dalam, dan refleksi yang menggugah.

Ketika kegelapan bangkit, ngeri pun menelan tanpa ampun.

Kelelahan ibu yang ditelan kerja dan insomnia, kelaparan di tengah malam yang membangkitkan kenangan, serta pertemuan pahit dengan memori lama yang tak kunjung pudar.

Sebuah penggambaran tentang kehilangan, kerinduan, dan pengorbanan dalam cinta serta kehidupan.
