Puisi

Puisi-puisi dari Para Penyimpang, dikurasi oleh kami untuk mewakili apa yang menurut kami, NYIMPANG BANGET. Alias ori dan dekat dengan “Semangat Zaman” ini.

Di sinilah Para Penyimpang menjadikan puisi jadi tempat pelarian, perlawanan, atau sekadar main-main rasa. Baca, atau ikutlah mencatat bersama kami.

Berdamai dengan Februari

Kuingin Berdamai dengan Februari Dalam pelukan FebruariKepalaku sibuk dengan rencana tersusun rapiMengulas kembali kesalahan-kesalahan yang harus diperbaikiMengikhlaskan apa pun yang terjadi di luar kendali Ada apa dengan FebruariAkankah kesalahan terulang lagi?Akankah yang dinanti kembali?Akankah luka lama terobati? Kuingin berdamai dengan FebruariSemoga semesta menyertaiUntuk bersama orang-orang yang kucintaiHingga bahagia menghampiri     Renungan Malam Ketika tengah […]

Sajak buat Negara

Elemen Penting Manusia Tanah, air, dan udaraElemen penting manusiaTak dapat dipisahkanLahir hidup dan matipulang dan kembali Konflik kepentinganMemaksa kegentinganTidak bisa kutunjukkan kepemilikanNilai ekonomis tanah yang tinggi Musyawarah yang buntuTanah tetap penduduk bertambah menetap     Konsumen Pengetahuan Ketakutan yang tak diakui sebagai akademisi mumpuni hingga kau gunakan joki Rendahnya kemampuan riset kau buat sat set […]

Telur Mata Sapi

TELUR  MATA  SAPI di  balik  tudung  tersaji seakan  menyapa “lihatlah  aku  sekarang” siap  menghilangkan  lapar                                   kabarmu  masih  kutanyakan                                   ; sapi  siapa  ?                                   masih  ada  kamu  disini                                   ; mata  tak  pernah  berkedip dalam  lahap,  ada  yang  bergumam “apa  yang  kau  tanya  belum  tentu  sesungguhnya  ada  jawaban” sebelum  mendapatkan  jawaban, menyimpan  seribu  heran […]

The First Murder

The Bitten Apple   there was An Apple. on A Man’s dining table A Man plucked it from a tree in front of his house. He fell in love with the color of its skin. refreshing and teasing.   but He was full and left The Apple on the table when He drove to hang […]

Bias Kenangan

Kehilangan Pada gelisah yang basahdan rindu yang mengeringaromamu beriramabisikmu membekaskecupmu menancap di sanubarikasih, betapa indahnya kisah Kitamelewati malam-malam yang rembulanmenikmati setiap pagi yang embunmenjelajahi siang sampai ke titiknya yang paling sunyiyang redup redamsayang, tapi kamu tak bisa lagi kutemui Merindukan Saat bimbang datangada luka yang terbukaada hasrat yang menyayat hatiada bunyi yang terpatriyang teringat namun […]

Sajak Pegiat Literasi Purwakarta

1 Melihat WS Rendra menulis puisi yang diapresiasi seluruh pegiat literasi di dunia ini yang membuat bumi menangis yang membuat langit meringis “Mengapa kalian membacakannya di tempat yang remang-remang? Tidak di Gedung Yudistira?” Melihat WS Rendra menulis puisi dan dikagumi seluruh pegiat literasi namun bumi merasa malu dan langit tersipu “Mengapa kalian tak membacakannya di […]

Pernikahan dan Puisi-Puisi Lainnya

PERNIKAHAN pada desir angin yang kesekian, kauberjanji datang meski gemuruh datangdan guruh-hujan merintang jalan kau tentu pernah mengingat hujan itu ketika kita duduk di tepi danauberandai-andai jika kelak menjadi pasangansuami-istri. nyatanya kandas dan ditentangorangtua kita, bukan? aku tak keberatan kau datang, walauyakin kau akan terluka dan sakit hati. bahkansaat kau membaca kiriman undanganku, kan? sebenarnya […]

More posts