Sarapan dan Puisi Lainnya
Apalagi jika bukan bubur ayam?
Puisi-puisi dari Para Penyimpang, dikurasi oleh kami untuk mewakili apa yang menurut kami, NYIMPANG BANGET. Alias ori dan dekat dengan “Semangat Zaman” ini.
Di sinilah Para Penyimpang menjadikan puisi jadi tempat pelarian, perlawanan, atau sekadar main-main rasa. Baca, atau ikutlah mencatat bersama kami.
Aku menolaknya. lantas orang-orang itu menempatkan aku sebagai orang gila
mata ini serupa jendela enggan dibuka