Sepotong Roti
Adonannya terbuat dari keringat dan air mata
Puisi-puisi dari Para Penyimpang, dikurasi oleh kami untuk mewakili apa yang menurut kami, NYIMPANG BANGET. Alias ori dan dekat dengan “Semangat Zaman” ini.
Di sinilah Para Penyimpang menjadikan puisi jadi tempat pelarian, perlawanan, atau sekadar main-main rasa. Baca, atau ikutlah mencatat bersama kami.

Di lantai malam, anggur berfermentasi mengendapkan sunyi di dasar botol retak, rasanya pahit, seperti doa yang lupa alamat pulang.


Catatan untuk Kepala yang Menolak Dipasang Kembali (halaman pertama hilang) yang tersisa hanya: bekas lem dan satu kalimat yang tidak selesai “jangan—” kepala itu ditemukan di laci ketiga bersama benda-benda kecil yang gagal dilupakan: kancing baju, gigi susu, dan satu nama yang ditulis berulang hingga kehilangan bentuk petugas mencatat: objek masih hangat menolak identifikasi “ini […]

Negara Kami yang Rajin Negara kami sangat rajin bangun pagi ke kantor menyusun rencana tentang siapa yang boleh hidup dan siapa yang boleh lapar ia rajin sekali menghitung angka pertumbuhan dari keringat buruh yang tak sempat sarapan ia rajin sekali membangun istana megah sementara jembatan ke sekolah masih dari bambu dan doa kami pun […]


Puisi-puisi Syafazrah Azrina


Kutemukan jejak para pendatang di helai-helai daun karet yang dipaksa gugur angin kemarau

Puisi Lima Kidung Kangean dari warga Kangean~
