Gadungan, Suara-Suara Tanah, dan Puisi Lainnya
Puisi-puisi Abdul Bais
Puisi-puisi dari Para Penyimpang, dikurasi oleh kami untuk mewakili apa yang menurut kami, NYIMPANG BANGET. Alias ori dan dekat dengan “Semangat Zaman” ini.
Di sinilah Para Penyimpang menjadikan puisi jadi tempat pelarian, perlawanan, atau sekadar main-main rasa. Baca, atau ikutlah mencatat bersama kami.


Puisi-puisi Keysha Mayliana P. P.




"Tak ada yang kuambil," begitulah dusta dilantunkan

Kasihku bagai genggam tangan dan kau menjelma pintu di hadapan.

Honor, Kapur, dan Lapar ia berdiri di depan papan tulis dengan kapur yang lebih jujur dari nasibnya sendiri menuliskan masa depan sementara dompetnya menganga kala dunia selalu menawar harga hidup tenaganya dihitung lebih murah dari selembar kertas ujian perutnya padahal selalu bertanya-tanya ia menghitung receh sembari melihat harapan yang bocor di antara celah doa dan […]

