Problematika Buku Puisi
adakalanya aku tidak punya cukup uang untuk membeli buku puisi dan membacakannya untuk diriku sendiri.
Puisi-puisi dari Para Penyimpang, dikurasi oleh kami untuk mewakili apa yang menurut kami, NYIMPANG BANGET. Alias ori dan dekat dengan “Semangat Zaman” ini.
Di sinilah Para Penyimpang menjadikan puisi jadi tempat pelarian, perlawanan, atau sekadar main-main rasa. Baca, atau ikutlah mencatat bersama kami.
adakalanya aku tidak punya cukup uang untuk membeli buku puisi dan membacakannya untuk diriku sendiri.

Tetangga sudah repot merawat jenazah, masih saja menunggu kuburku selama 40 hari hitungan Jawa

Ayahku Telah Gagal Di malam itu… langit tampak mendung, tapi seperti tidak ingin hujan itu turun. Apakah ia sedang bingung? Ataukah ia sedang berpura tidak menurunkannya? Pada malam itu juga, aku melihat ayahku terbaring tak berdaya. Ia bagaikan singa yang kehilangan taringnya. Aku duduk di sampingnya dan menaruh kepalanya di atas tanganku, menuntunnya untuk terakhir […]

Upaya Menerjemahkan Cinta cinta adalah guru sejarah. yang menjelma sejarah. dan memperingatkan kau untuk jasmerah. cinta adalah seni perang. yang mengajarkan kau strategi menyerang. tanpa kau tahu mengapa harus berperang. cinta adalah ruang pesakitan. berjubellah di sana orang-orang kalahan. dan kau dan mereka membutuhkan pertolongan. dan cinta adalah kau yang lahir. […]


Aku menolaknya. lantas orang-orang itu menempatkan aku sebagai orang gila



mata ini serupa jendela enggan dibuka

