Pada Suatu Ketika Kita Diciptakan
baju juga celana takkan hadir di lemari.
Puisi-puisi dari Para Penyimpang, dikurasi oleh kami untuk mewakili apa yang menurut kami, NYIMPANG BANGET. Alias ori dan dekat dengan “Semangat Zaman” ini.
Di sinilah Para Penyimpang menjadikan puisi jadi tempat pelarian, perlawanan, atau sekadar main-main rasa. Baca, atau ikutlah mencatat bersama kami.
baju juga celana takkan hadir di lemari.


Cukupkah manusia? Dengan segala keterbatasannya

Di kota kah kau merayakan Hari. Apa tak sepi sendiri?

maaf jika puisiku seperti anak sekolah dasar yang mabuk kendaraan



Tapi rupanya aroma gorengan lebih menjanjikan


adakalanya aku tidak punya cukup uang untuk membeli buku puisi dan membacakannya untuk diriku sendiri.
