Episode Menjahit Robekan Baju
Butiran air satu demi satu menetes membasahi atap tua
Puisi-puisi dari Para Penyimpang, dikurasi oleh kami untuk mewakili apa yang menurut kami, NYIMPANG BANGET. Alias ori dan dekat dengan “Semangat Zaman” ini.
Di sinilah Para Penyimpang menjadikan puisi jadi tempat pelarian, perlawanan, atau sekadar main-main rasa. Baca, atau ikutlah mencatat bersama kami.
Butiran air satu demi satu menetes membasahi atap tua
dari seonggok Lumut yang pernah Bermahkotakan Mawar, sebut saja ia begitu
bayangan berbulu hitam legam berbaring malas di kaca jendela
Bagaimana bisa mereka menitipkan segala hal? sedangkan aku hampir saja membantu kawanan semut
dibiarkannya kakiku berjalan sendiri
Aku ingin bertemu pagi karena dia memiliki tawa secerah matahari
Pedagang terlihat menyuapi satu per satu rakyatnya di tanah tambang