Gendakan
Wisnu adalah atasan Tiur di kantor. Sudah lama keduanya menjalin hubungan gelap, tidak ada yang tahu, kecuali mereka dan Tuhan. Itu yang mereka kira.
Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?
Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan semangat zaman mereka.
Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).
Wisnu adalah atasan Tiur di kantor. Sudah lama keduanya menjalin hubungan gelap, tidak ada yang tahu, kecuali mereka dan Tuhan. Itu yang mereka kira.

Puja dan Puji Rasa pada desir angin pantai, redupnya senja, dan diammu sore itu: aku memujamu. atas apa-apa yang indah pada wujudmu: tenangmu, senyummu, dan tatapan teduhmu. memang benar, bukan sekali aku menjumpa rasa yang sama, namun tetap saja berbeda. kamu berbeda. sebab hadirmu di waktu ini, merupakan anugerah semesta untuk mengajariku arti […]

Hari-hari setelah itu berjalan seperti biasa, tapi suasananya terasa baru.

Takut tertinggal dari orang-orang yang lebih tahu,

“Yang ini mau ditaruh di mana?” tanya salah satu pekerja sambil mengangkat sebuah kardus besar.




saat pohon-pohon dimandikan bensin, dilukai api. setan yang menumbuhkan semak-semak berduri. kerakusan begitu tajam, begitu kejam.

azimat dadu menjelma seratus busur panah
