Dua Kursi Kosong
Sepasang kursi di sebuah Kedai Kopi sedang berbincang, setelah semua orang pulang.
Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?
Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan semangat zaman mereka.
Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).
Sepasang kursi di sebuah Kedai Kopi sedang berbincang, setelah semua orang pulang.

Tangan gempal itu meremas dada Umi dengan kasar, sampai Umi mesti menggigit bibirnya, menahan sakit. Ini jelas jenis terapi yang berbeda. Karena remasan Hanip sangat pelan dan aku tidak perlu menahan sakit. Apalagi, tangan itu menjulur dari belakang, sedangkan Hanip melakukannya dari depan.

Puisi-puisi Keysha Mayliana P. P.


Sampai di apartemen, ia melihat tumpukan pakaian Laras. Mereka kini hanyalah kain.


Klimaksnya terjadi di tengah udara yang semakin dingin. Ibu Ida menuntut KIC yang cacat itu untuk dihancurkan, untuk menjaga kesucian data.

Setiap kali ia mencoba mengucapkan kata "keadilan", tenggorokannya seolah diperas oleh tangan-tangan tak terlihat. Ia memuntahkan debu hitam pekat yang segera menutupi pakaiannya yang mahal.


"Tak ada yang kuambil," begitulah dusta dilantunkan
