Arus Ekonomi
Kadang di bawah, kadang di atas
Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?
Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan semangat zaman mereka.
Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).

Barangkali berharap suara itu berhenti sendiri seperti bebunyian lain yang kerap muncul di malam hari. Pipa air, decit tikus di plafon, atau suara langkah terseok orang yang pulang larut, tapi, ini bukanlah suara itu.

"Kita ... sepertinya tidak bisa melanjutkan ini." Fatih terkejut.




terlalu sibuk bekerja demi menamakan diri mereka buku politik dan self-improvement

Di suatu negeri yang besar tagihan pajaknya konon tak ada satupun jalanan berlubang


Laki-laki itu mengatakan, “Ini sudah saatnya Pagi pulang karena siang sudah datang.”
