Kamar 3X3
Sudah dibangun lagi dapur biru itu. Sialan!
Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?
Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan semangat zaman mereka.
Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).


Aku tidak tahu sejak kapan perasaan itu muncul, yang aku ingat hanyalah saat pertama kali melihatnya. Ada sesuatu yang aneh di matanya seperti ada cahaya kecil yang berpendar diam-diam di sana. Bukan cahaya yang menyilaukan, tapi cukup untuk membuatku berhenti sejenak. Untuk beberapa detik aku merasa seperti tenggelam di sungai tanpa dasar. Segalanya menjadi sunyi. […]

mata ini serupa jendela enggan dibuka






