Karya

Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?

Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan semangat zaman mereka.

Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).

Cermin

mudah mengutuk bahkan membencipada suatu hal yang dirasanya kurang tepat,tetapi begitu melihatnya di depan cermin, “Kenapa masih merasa kurang?” padahal sudah menjadi versi terbaik untuknyamelakukan semuanya dengan penuh dan sungguh, agar cangkang nya tidak malu tidak perlu pengakuan sebab hebat dari dulusadar dia bahkan paling taubukti “dia tidak juga berhenti” sekarang perlu diterima Peluk ia […]

Jayanti: Percakapan Para Sundal dan Perkara Lainnya (Bagian II-Selesai)

Seolah bisa membaca pikiran, Jayanti yang menikmati pijitan tangan si Pemilik Salon itu berkata, “Tenang, Gina. Aku ini belum menikah. Kau gak usah takut aku ini istri sah pacarmu. Istri sah pacarmu tentu sedikit lebih tua daripada kita berdua. Tapi menurutku dia jauh lebih cantik dan otaknya bisa jadi lebih berisi daripada kita bertiga.” Si […]

Jayanti: Percakapan Para Sundal dan Perkara Lainnya (Bagian I)

Seorang wanita dengan rambut terurai sampai ke buah dadanya duduk di kursi sebuah salon. Lipstiknya yang  merah cabai itu nyala pada lapisan kulit bibir yang pecah dan kering, Gina namanya. Gina membiarkan pemilik salon melapisi rambutnya dengan pewarna. Golden-Yellow yang diinginkannya, warna yang kelewat nanggung dan terlalu biasa tapi Gina menyukainya. Ruang di salon kecil […]

On My Grave

my body was a torn cloth a man sew it and dope me a dozen of perplexity   I’d be gone for my soul felt like thrown walked closely the death passed into a silent land; waiting for my corpse dropped on purpose   on my grave, everything ours burried flawless.

Sian Djin Ku Poh

  they had a long conversation in an empty pair of chair   there was a sturdy crimson gate rounded by a couple of red dragons captured in a glance   as red as your flesh when you feeding my lust by a red blush   a smoke of blueberry cheesecake came from flavoured pod […]

Notes of The Lost Sheep II

The Last Night in Heaven I was having a chit-chat with Gabriel, my oldest friend, the classic one   He said God’s gonna kicked me out of here   I ran to God and asked Him why but none of the answers made me wanna be on earth I cried histerically like a fainted prey […]

Dendam

Taman kota sangat sepi malam ini. Lampu jalan yang dipadamkan, serta gerimis kecil yang berjatuhan, menambah kesan horor pada tempat ini. Dengan kedua kaki yang mungkin tak mampu untuk digerakkan, aku melihat seorang gadis berjalan menggunakan kedua tangannya secara bergantian. Dengan wajah yang penuh ketakutan, ia berjalan mundur seraya memohon ampun pada seorang pria dihadapannya. […]

Diary Safira (2)

Hei, ini aku Safira. Aku baru pulang dari kantor. Kau tahu apa saja yang terjadi dari pagi tadi hingga saat ini? Aku disambut baik oleh para tetinggi perusahaanku. Aku senang sekali sampai bingung aku harus bagaimana. Soalnya, aku langsung diberi kesempatan untuk andil di proyek besar. Proyek ini akan dilakukan dengan perusahaan lain. Kami akan […]

Dream

“Ya Tuhan. Untuk apa bunda menangis di atas pemakaman itu? Memangnya makam siapa itu?” Ucapku heran sembari melihatnya dari tepi pohon yang berjarak dua meter dari makam itu. “Bunda! Ayah! Bang Alaska! Kak Fela!” Ucapku lagi memanggil mereka, namun tak ada balasan sedikit pun yang diterima oleh pendengaranku. Karena kebisuan itu, serta rasa penasaranku yang […]

More posts