Karya

Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?

Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan semangat zaman mereka.

Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).

Ilmu Nasi

Kerbau itu berdiam di tengah sawah. Warga yang sudah mengepungnya berdiam tak berdaya. Mereka tak sanggup untuk menangkapnya, karena menginjak sawah yang baru rampung ditandur adalah suatu pantangan bagi warga Hulawes. Kerbau itu kabur dari kandangnya secara membabi buta dan berdiam diri di tengah sawah seharian. Yang mengherankan warga, tak ada satu pun benih padi […]

Karena Foto

Karena Foto Suatu ketika kau merengek Lalu bercerita tentang teman dan kekasih mereka Kau berkata, mereka selalu foto bersama Beribu-ribu foto tersimpan rapi di memori handphone Bahkan mereka memasang foto profil di facebook Kau pun marah dan mendiamkanku Kau merasa jika aku tak sungguh-sungguh menyayangimu Karena aku tak pernah melakukan itu Aku tak mengerti denganmu […]

Di Punggung Ibu (Bagian II)

2005. Ibu buru-buru belanja kolang-kaling ke Pasar Kosambi. Kami tidak naik ojeg pagi itu karena Ibu suka berjalan kaki. Ada sebuah jalan yang sangat sejuk buat ke pasar. Sebuah jalan setapak dengan lorong pepohonan, yang langsung menembus ke tempat aku les sempoa lalu tinggal menyeberang ke pasar. Jalanku memang lambat sebab aku suka sekali melirik […]

Negeri Pelacur

Hari itu, Isak memesan wanita untuk ditidurinya via aplikasi BO-chat. Amung berusaha melarangnya, tapi Isak tidak peduli terhadap sahabatnya itu. “Kang, uangnya ditransfer aja, ya. Jangan cash!” kata wanita itu. Setelah terkulai karena kenikmatan yang telah diraihnya, Isak begitu kaget melihat nomor rekening tujuannya bernama Asep Obey. “Kok nama cowok?!” tanya Isak di dalam hatinya […]

Rindu

Siapa Menduga siapa yang mendugaaku bisa sampai di titik inihidup berkecukupanberpakaian lengkapmempunyai waktu yang fleksibeldan memiliki kendaraan yang bisa aku bawa ke mana aku mausiapa yang mendugaaku bisa berada di posisi inidalam keadaan sudah menikahdan sesaat lagi mendapatkan momonganmungkin aku pun tak percaya akan mendapatkan semua ininamun ini semua telah terjadi dan Tuhan pasti telah […]

Di Punggung Ibu (Bagian I)

2003 Hari itu aku kebagian masuk pagi, jadi jam 9 aku sudah pulang dari madrasah. Biasanya aku dan Ibu berjalan lewat sawah menuju rumah, tapi semalam turun hujan. Sudah pasti jalanan di sawah becek dan sepatu yang kotor kena lumpur bikin Ibu marah-marah dan kami berdua naik ojeg. Padahal, kalau lewat sawah Ibu suka mengajakku […]

(Jangan) Menahan Rindu

Semilir angin berpadu dengan kicauan burung-burung kecilBeterbangan merendah mencari ranting-ranting pohon yang nyamanMembawa aneka ornamen alam untuk membiat sarang tempat mereka berteduhBersama keluarga kecil yang dibinanyaMelindungi telur dari kejaran pemangsa agar menetas pada saatnya yang tepat Juga alunan nada lain oleh gemerisiknya pepadian yang bergoyang tersapu anginDalam bulir-bulir yang berisi membuatnya makin menunduk saat angin […]

Tentang Sepasang Kekasih, Hujan, dan Kebanjiran

Sepasang Kekasih Seseorang tidak akan terpisah dari pasangannyaKarena kaki kanan pasti selalu dengan sepatu kananDan malam dengan gelapnyaJuga siang dengan terangnyaWalau semakin hari malam semakinGemerlap oleh lampu-lampuDan terkadang siang pun tak cerahOleh macam-macam gejalaNamun demikianlahHubungan sepasang kekasihSehingga aku tak mesti ragu kepadamuKarena seorang kekasih takkan terpisah dari pasangannyaSekalipun telah rusak dan kadarnya berubahPada prinsipnya,Sepatu kanan […]

Berdamai dengan Februari

Kuingin Berdamai dengan Februari Dalam pelukan FebruariKepalaku sibuk dengan rencana tersusun rapiMengulas kembali kesalahan-kesalahan yang harus diperbaikiMengikhlaskan apa pun yang terjadi di luar kendali Ada apa dengan FebruariAkankah kesalahan terulang lagi?Akankah yang dinanti kembali?Akankah luka lama terobati? Kuingin berdamai dengan FebruariSemoga semesta menyertaiUntuk bersama orang-orang yang kucintaiHingga bahagia menghampiri     Renungan Malam Ketika tengah […]

Sajak buat Negara

Elemen Penting Manusia Tanah, air, dan udaraElemen penting manusiaTak dapat dipisahkanLahir hidup dan matipulang dan kembali Konflik kepentinganMemaksa kegentinganTidak bisa kutunjukkan kepemilikanNilai ekonomis tanah yang tinggi Musyawarah yang buntuTanah tetap penduduk bertambah menetap     Konsumen Pengetahuan Ketakutan yang tak diakui sebagai akademisi mumpuni hingga kau gunakan joki Rendahnya kemampuan riset kau buat sat set […]

More posts