Abu-Abu
Bersembunyi di balik abu-abu
Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?
Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan semangat zaman mereka.
Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).




di atas pagar waktu. sayangku, suntikan bisamu pada leherku, jangan mulutku. minggatlah.

Dasar, manusia memang hobi mengecap rasa tetapi minim informasi, jadi kubilang saja yang asin itu dari kondom

keparat! aku tidak sanggup pergi atau lari atau bermain di lain-lain pintu

hanya hening dan lengang, yang singgah pada ruang tak bernama.

Juga tubuhnya dikelilingi jejak-jejak abu yang tidak tahu asalnya.

Aku segera mengendarai motorku menuju rumah, dengan kondisi bau asam dan mata bengap karena menangis semalaman.
