Karya

Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?

Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan semangat zaman mereka.

Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).

Cahya Dalan: Sejam Setelah Peristiwa

Kisah sebelumnya baca di sini “Bug dan cesss. Lembut, seperti bunyi kepala jatuh ke bantal 25 ribuan yang dijual amang-amang Pasar Minggu sepanjang pinggir jalan Galuh Mas,” kata Sanusi. Di depannya, seorang penyidik malas-malasan menulis keterangannya. “Bayangkan, Pak!” Sanusi mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, “Sepagi ini … Bapak bangun, kejar-kejaran dengan terbitnya matahari, mandi abis kerja seharian. […]

Jayanti II: Cahya Dalan

Lampu Penerangan Jalan Padam, Seorang Pengendara Motor Tewas di Tempat Karawang – Seorang wanita berinisial SH (20) tewas di tempat usai motor yang dikendarainya terperosok ke dalam jalan berlubang pada pukul 1 dini hari. Sementara itu, SH terlempar cukup jauh dan jatuh ke tengah jalan sebelum terlindas truk pengangkut pasir yang melintas. Saksi mata menyebutkan, […]

There is Question I Can’t Askmore

We Do Own Ourselves it must have been a thousand “Are you okay?” today for kissing your curves 4 hours long tell me “You own me.” or “I’m all yours.”or whatever to declare but falling in love are fool “We do own ourselves.” you teach me already 2019 There is Question I Can’t Askmore an […]

Serial Catatan Kacrut: Rinjani

Untuk yang bertanya kelanjutan kisahku dengan Mulan, ya sudahlah. Rasanya aku gak perlu jelasin betapa takutnya dimarahin Ayahnya malam itu sambil menghina motor tuaku. Mungkin aku gabakal lagi ngerasain ngobrol mesra di depan supermarket yang udah tutup di pinggir jalan itu, gak bakal lagi ngerasain makan coklat sepotong berdua. Gak bakal ngerasain bercanda di motor […]

Serial Catatan Kacrut: Mulan

Hari-hariku sekarang menjadi muram karena tak ada lagi dia dalam hidupku. Mentari yang rajin bawakan air doa itu lebih milih mantannya. Sungguh di luar perkiraan BMKG. Untung sebelumnya aku sudah lebih dulu melakukan survei elektabilitas kelayakan calon ke Mulan. Ya lumayan lah, menghilangkan sepi dan bosan. 1 bulan berikutnya, aku hidup bermalas-malasan. Malas memberikan waktu […]

Serial Catatan Kacrut: Mentari

Di hari menjelang ulang tahunnya yang ke-19, aku mencoba memberanikan diri memberi sebuah kado walau itu hanya sekadar balon berbentuk palu yang tidak ada harganya.

More posts