Trah Bromocorah
“Persetan dengan dendam kesumatmu! Gadis ayu ini sama sekali tak bersalah, tapi kau malah memaksaku untuk menghabisinya.”
Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?
Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan semangat zaman mereka.
Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).
“Persetan dengan dendam kesumatmu! Gadis ayu ini sama sekali tak bersalah, tapi kau malah memaksaku untuk menghabisinya.”

Aku bisa berjalan, bisa makan enak, tidur nyenyak, sampai bisa pulang-pergi lagi untuk bekerja di kawasan industri Bukit Indah Cekali (BIC).

Foto Usang Sejenak aku pandangi foto kelabu itu, terlihat usang dan warnanya pun sudah mulai pudar Tergerus oleh waktu dimakan oleh usia Selembar foto dengan berjuta cerita Kenangan masa lalu yang pernah terlewati Suka duka mengarungi lautan tantangan, hingga bisa berlabuh di tempat impian Dalam foto itu tergambar guratan-guratan lara Ketika telanjang kaki menapaki […]

Kamu ingin bisa menulis puisi yang indah sekaligus menyentuh hati? Yuk, simak di sini apa saja tips menulis puisi seperti para maestro.

Menulis bisa menghasilkan banyak uang, apalagi sekarang hadir platform-platform yang membayar penulis. Bisa kamu manfaatkan agar cuan!

Lalu kenapa tidak menanam pohon saja? Pemerintah harus mengeluarkan berapa banyak anggaran untuk penanaman pohon?


Di ujung musim panas yang hangat, saat matahari mulai merayap di ufuk barat. Dua orang yang dikenal sebagai “Pagi” dan “Malam” oleh waktu. Nama sebenarnya adalah Bumi dan Langit. Mereka memiliki kisah cinta yang unik karena hubungan mereka terjalin dalam dua waktu yang berbeda: pagi dan malam. Bumi merupakan seorang mahasiswa yang abadi dan pecinta […]


Sampai-sampai seisi kelas menertawakan dan jujur saja hal itu membuatku gak nyaman dan aku langsung insecure ditambah gak percaya diri.
