Sehari di Padang Mahsyar
Cerpen M. A. Adriano
Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?
Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan semangat zaman mereka.
Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).




Lampu jalan adalah mata yang menolak tidur. Mengawasi aspal yang terus digilas roda, menolak menyerah pada malam.

Berakhir di tangkap dengan cara diambil karena mempunyai otak yang kerdil



Andai saja aku bisa, maka buatlah kesepakatan dengan Tuhan dan aku akan menyuruh-Nya bertukar tempat.

Tak wajar kupermasalahkan nasibku yang diam di tempat sejak dulu,
