Cahya Dalan: Kitab Kejadian
Pada mulanya hanya Waktu. Diam, mengambang antara keadaan dan ketiadaan. Nenek moyang kita belum mengenalinya sebagai penanda.
Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?
Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan seanagt-zaman mereka.
Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).
Pada mulanya hanya Waktu. Diam, mengambang antara keadaan dan ketiadaan. Nenek moyang kita belum mengenalinya sebagai penanda.

Jadi. Apa hubungan investigasimu sama 50 orang ngilang di bawah kepungan Polisi dan TNI?

Sebuah tulisan yang semoga bisa bantu kamu meng-embrace dirimu!

Bukankah di setiap bungkus rokok selalu ada narasi merokok itu membunuhmu. Lalu siapa yang membunuh perokok pasif?

Jayanti kira cuma dirinya yang perlu sesi ke psikiater, tapi ternyata mangsa-mangsanya lebih membutuhkan waktu dan biaya untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kejiwaan. “Bukan, bukan itu masalahnya.” Jayanti lantas mengingat-ingat, “Sejak kapan ya, BPJS cover pengobatan jiwa?” ia mengobrol dengan dirinya sendiri. Masalahnya begini, ia tahu betul pengobatan ke poli jiwa menghabiskan biaya yang tidak […]

"Iya, Jayanti. Kamu pembunuh paling indie di dunia ini setelah JTR.”

Kalau sekarang dipikir-pikir, sih. Bego juga ya aku teh.

“Begitulah kiranya yang aku bisa ceritakan padamu tentang apa saja, bagaimana Adjani, apakah dirimu menyukainya?”

Isi video tersebut menampilkan wajah yang disensor dengan tulisan Tai, dan barisan polisi di belakangnya. Di akhir video muncul tulisan: "Usut tuntas kematian aktivis kampus!"

Kota menjadi gak keruan. Pembunuhan merajalela. Pejabat, begal, ormas, dan preman ganti-gantian jadi korban, dan orang-orang masih sempat-sempatnya mencari validasi yeuh aing, dan yeuh skena aing.
