Pesta Ulang Tahun Çherrya Cantika
Andai infeksi makanan tidak menyerangnya
Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?
Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan semangat zaman mereka.
Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).

Aku menatapmu dari tepi kematian Ketika kau menaruh bunga di nisan pikiranku

Tapi di hari berbeda kau sengaja lupa bahwa mereka pula yang meludahi bunga-bunga.

Pun seribu pelukan saja tidak lah sepadan nilai.

Sayangnya laki-laki itu sama bajingannya dengan orang-orang yang membunuh ayah kita di Rumoh Geudong. Bagaimana mungkin ada pembunuhan yang tidak ada pembunuhnya!

Namun wanita itu mencumbunya dengan mambabi buta, beda ketika bercumbu denganku yang terlihat gelisah.



“Kenapa sembunyi di situ?” teriaknya. “Meja itu udah lapuk! Selama ini cuma ditopang pake janji pemilu.”

Di mana matahari memukul dua kali, Pertama di ubun, lalu di kening.
