Karya

Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?

Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan semangat zaman mereka.

Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).

Negara dan Mesin Cuci

Buku Catatan di Warung Kopi Di warung kopi, utang ditulis di buku tipis lebih jujur daripada janji kampanye. Namaku berbaris rapi, seperti tokoh figuran dalam novel yang tak pernah tamat. Camus duduk di kursi plastik, menyruput pahit tanpa bertanya: untuk apa pagi jika sore selalu ditagih? Dostoyevski menghitung receh di saku celana sobek, menyadari: yang […]

Hikayat Situ Buleud

Barangkali bagi kebayakan orang, Situ Buleud dikenal tak lebih dari sekedar tempat pangguyangan badak. Menurut para sesepuh, riwayatnya jauh lebih kelam daripada cerita yang lazim didengar. Mereka berkata, pondasinya dibuat dari pengorbanan pribumi dan darah kompeni. Asal tahu saja, sebelum kisah ini ramai dituturkan, nama Raden Aditia Aria Gandawaluya (Dalem Pangestu), dikenang sebagai sosok yang […]

Adam Tanpa Hawa

Setelah sekian lama saling mencari, akhirnya Hawa berada tepat di hadapan Adam. Mereka berdiri di puncak bukit kecil pada bentang bumi bagian timur. Butiran pasir yang beterbangan menerpa kulit, seolah memberi restu pada keduanya untuk berlama-lama menetap. Semburat cahaya jingga dari matahari yang jatuh perlahan pada punggung bebatuan berlumut di ufuk barat, seolah menyertai Adam […]

Buah Mangga

Kecewa yang dirasa Kakek Sarmidi amat dalam. Ingin rasanya ia merobek lehernya dengan pisau yang ia pegang.

Korupsi

Hamzah adalah seorang pemuda berusia dua puluh dua tahun. Ia bekerja di sebuah toko kelontong kecil. Orang-orang mengenalnya sebagai pribadi ramah dan murah senyum. Setiap pagi ia membuka pintu toko, mematikan lampu, lalu menyapu lantai yang penuh debu dari jalan raya. Hidupnya sederhana. Jarang ada keinginan neko-neko. Pemilik toko kelontong itu, Pak Hasyim, menjadikannya tangan […]

Perkara Makan Siang

Sebetulnya, warung Sumi bukan pilihan pertamaku. Sebelumnya, ada Indah. Dia satu-satunya warung ber-AC di deretan itu. Kalau kau bertanya kok bisa warung pinggir jalan ber-AC, karena Indah menjadikan warungnya sekaligus tempat tinggalnya.

galabet giriş | betasus | betasus | grandpashabet | grandpashabet giriş | grandpashabet | grandpashabet giriş | grandpashabet | grandpashabet | grandpashabet giriş | galabet | Meritbet | jojobet giriş | Report Phishing |