Lekas Sembuh Manusia Bumiku: Pemilu
Saat aku kembali ke kosanku. Langit menghujaniku dengan beberapa pertanyaan, layaknya interogasi seperti intel pada targetnya. Biasanya kami berdiskusi berjam-jam, berdebat hingga lupa esok hari adalah pemilu. Lalu kami melahap ciuman dengan gigitan-gigitan kecil imajinasi sebagai pemantik diskusi. Pelukan adalah tempat ternyaman saat argumentasimu selalu dipatahkan apalagi oleh kekasihmu. “Hai. Lagi capek, ya?” “Enggak biasa […]










