Pintu Pembuka
Pintu pembuka puisi-puisiku jauh berkelana
Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?
Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan seanagt-zaman mereka.
Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).

Di ujung musim panas yang hangat, saat matahari mulai merayap di ufuk barat. Dua orang yang dikenal sebagai “Pagi” dan “Malam” oleh waktu. Nama sebenarnya adalah Bumi dan Langit. Mereka memiliki kisah cinta yang unik karena hubungan mereka terjalin dalam dua waktu yang berbeda: pagi dan malam. Bumi merupakan seorang mahasiswa yang abadi dan pecinta […]


Sampai-sampai seisi kelas menertawakan dan jujur saja hal itu membuatku gak nyaman dan aku langsung insecure ditambah gak percaya diri.

Tidak ada pemimpin yang idealis, adanya pemimpin yang oportunis. Kalau pun pemimpinnya tidak seperti yang aku sebutkan tadi, maka mereka pasti undur-undur.

John Abate orangnya kelewat tengil. Badannya pendek, rambutnya potongan poni kuda yang bakal bikin warga Jamaika gemas mengikat dan mengerek kepalanya sebagai pengganti bendera upacara hari Senin.

Menurutnya yang terpenting dari masa depannya adalah membersihkan akuarium itu karena akuarium dan sepasang ikan itulah yang mewarnai Kaaru dengan sisa makanan ikan dan bau amisnya yang membuat masa lalu Kaaru kotor dan tampak buram.

Nurani Hai, apa kabar? Apakah telingamu tuli. Matamu buta. Jadikan raga sebagai budak untuk menuntaskan egomu. Menebarkan petaka dan luka pada setiap harap yang ada. Dikungkung nafsu dan nalar terpenjara. Hadirmu bagaikan dogma, menyingkirkan pemahaman-pemahaman hasil dari perhitungan otak kiri. Pak Matari sepertinya sedang mengalami momen penting dalam hidupnya, yaitu kelahiran anaknya yang diberi nama […]

"Ya udah, sih. Kamu juga gila berarti. Nyulik-nyulik bunuh-bunuhin orang buat menuhin hasrat doang buat apa coba." celetukan Farid terdengar renyah di telinga Jayanti

“Kamu tahu tidak informasi terbaru terkait perusahaan tambang nikel. Pasalnya mereka menambang ilegal. Aku dapat informasi ini dari Bela kekasih Arman,” ucap Langit.
