Karya

Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?

Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan semangat zaman mereka.

Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).

Teguh

Akhirnya setelah sekian lama berjuang agar pernikahan mereka diakui, keteguhan hatinya selama ini terbalaskan. Min mendapat restu orang tuanya. 

Wisuda, Lalu Apa?

Kau akhirnya berjalan pergi. Di belakangmu, suara tawa masih ada. Kamera masih berbunyi. Orang-orang masih berpose dan semuanya tetap berjalan seperti seharusnya.

More posts