Teguh
Akhirnya setelah sekian lama berjuang agar pernikahan mereka diakui, keteguhan hatinya selama ini terbalaskan. Min mendapat restu orang tuanya.
Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?
Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan semangat zaman mereka.
Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).
Akhirnya setelah sekian lama berjuang agar pernikahan mereka diakui, keteguhan hatinya selama ini terbalaskan. Min mendapat restu orang tuanya.



“Dan apakah betul suamimu tinggal bersamamu saat ini?” perempuan itu terus meyakinkan sebelum kalimat yang ingin dikatakan Laras genap.

Kutemukan jejak para pendatang di helai-helai daun karet yang dipaksa gugur angin kemarau

Kau akhirnya berjalan pergi. Di belakangmu, suara tawa masih ada. Kamera masih berbunyi. Orang-orang masih berpose dan semuanya tetap berjalan seperti seharusnya.

Puisi Lima Kidung Kangean dari warga Kangean~



