Turun Ranjang
Hasan berdiri dan segera meninggalkan sepasang suami istri itu karena ia tahu tidak semua masalah diselesaikan dengan kekerasan.
Ya cerpen :(
Di sinilah Para penyimpang mengasah diri menulis cerita fiksi dengan berbagai genre. Yang penting ori dan NYIMPANG.
Hasan berdiri dan segera meninggalkan sepasang suami istri itu karena ia tahu tidak semua masalah diselesaikan dengan kekerasan.


Kulitku yang dipuja-puja itu perlahan membiru. Suhu tubuhku menjadi dingin.

Di sebuah ruang tamu, terlihat seseorang berseragam cokelat sedang duduk di atas sofa sambil menonton televisi dan makan buah-buahan, seolah merayakan kemenangan yang memang sudah seharusnya ia dapatkan.

Keretaku berpacu lagi, mengantarku pulang ke rumah suami dan anak-anak. Kembali mengemban peran seorang istri dan ibu.

Melihat reaksinya yang seperti itu sedari sore, mataku tertuju pada kopi yang telah kubuatkan dan kusimpan di meja merah jambu di sampingnya telah dingin dan sama sekali tak ia sentuh.

Aku tidak tahu sejak kapan perasaan itu muncul, yang aku ingat hanyalah saat pertama kali melihatnya. Ada sesuatu yang aneh di matanya seperti ada cahaya kecil yang berpendar diam-diam di sana. Bukan cahaya yang menyilaukan, tapi cukup untuk membuatku berhenti sejenak. Untuk beberapa detik aku merasa seperti tenggelam di sungai tanpa dasar. Segalanya menjadi sunyi. […]



Aku melihat Gatot berlari menghindar dari kejaran musuh sambil tertawa keras, seolah berhasil menemukan jawaban dari segala pertanyaan.
