Pulang, Kucing Hitam, dan Sang Peramal
Aku pulang hari ini. Tak ada ibu. Tak ada Karnia. Tak ada siapa-siapa. Aku sendirian.
Ya cerpen :(
Di sinilah Para penyimpang mengasah diri menulis cerita fiksi dengan berbagai genre. Yang penting ori dan NYIMPANG.
Aku pulang hari ini. Tak ada ibu. Tak ada Karnia. Tak ada siapa-siapa. Aku sendirian.

Apakah dunia sudah terbalik?

“Begini, karena kamu tidak mengerjakan tugas UTS dan tugas kelompok maka Prof. memberikan tugas lain membeli 3 buku karya beliau dan mengulasnya minimal menjadi 10 halaman,” jelasnya.

Aku tidak setuju dengan tuduhan semua lelaki itu buaya. Buktinya, aku adalah lelaki setia yang menanggung lara karena pengkhianatan seorang istri. Kenapa istriku berpaling pada lelaki lain yang secara fisik dan materi jauh di bawahku? “Aargh!” Kuacak rambut ini dengan kasar. Andai saja perasaan perempuan bisa di-setting menggunakan algoritma, mungkin semua menjadi lebih mudah. Lelaki […]

“Kamu jangan main-main sama saya! Kembalikan uang saya sekarang atau kantor kamu saya obrak-abrik!”

Ia menemui Azzam di tempat pertama mereka berbincang tentang puisi.

Lindhu memanggil para orang tua dari siswa-siswi di sekolahnya. Ini baginya genting sekali.

Gondol langsung meletakkan wortel itu ke giginya. Ia menatap kesal ke orang itu. Juragan.

Aku teringat kepala Ibu yang dililit kain putih dan wajahnya yang membiru dibuka saat hendak didoakan oleh orang-orang yang datang ke rumah.

Bersama kemuliaan malam, aku bersimpuh di hadapan kasihku yang tak berbalas.
