Wanita yang Kencing Sambil Berdiri
Untuk Padma sendiri, kecuali memakai topeng dan berkeliaran di tengah malam, ia menjalankan semua pekerjaan vigilante seperti di film-film.
Ya cerpen :(
Di sinilah Para penyimpang mengasah diri menulis cerita fiksi dengan berbagai genre. Yang penting ori dan NYIMPANG.
Untuk Padma sendiri, kecuali memakai topeng dan berkeliaran di tengah malam, ia menjalankan semua pekerjaan vigilante seperti di film-film.
Pokoknya, kali ini ia akan memasak turubuk santan yang enak sekali.
Mereka pun saling berteriak. Meski sebenarnya tak saling mendengar satu sama lain.
“Mohon maaf, Kang, bukannya yang namanya sumbangan itu seikhlasnya? Kalau dipatok seperti ini, namanya bukan sumbangan, tapi iuran.”
dengan jarinya terus saja mengucurkan cairan merah kental yang bercampur karat senar.
suara gemuruh panjang yang kali ini terdengar sangat mengerikan, persis seperti raungan naga yang murka karena tidurnya diusik.
Rasanya, ia mendekap Sintong, kawannya. Kawannya yang setia.
Guru itu keluar sebentar hanya untuk melihat embun masih berkeliaran, mengusap jendela yang hampir pecah. Beberapa tembok juga seperti dimakan tikus, namun setelah diintip, ada proyektil yang pecah.
Sayangnya laki-laki itu sama bajingannya dengan orang-orang yang membunuh ayah kita di Rumoh Geudong. Bagaimana mungkin ada pembunuhan yang tidak ada pembunuhnya!