Payung di Ujung Surup
Tidak ada Subjudul karena ini cerpen pendek
Ya cerpen :(
Di sinilah Para penyimpang mengasah diri menulis cerita fiksi dengan berbagai genre. Yang penting ori dan NYIMPANG.

Sore itu, langit cukup kelabu. Seorang wanita berdiri kaku di depan gerbang rumah tua dengan desain arsitektur kolonial Belanda di Jalan Cipaganti, Bandung. Kedua jemarinya bergetar menggenggam surat yang disertai amplop merah. Wanita itu bernama Diana, berusia 32 tahun, seorang penulis novel, tinggal di Jakarta. Surat yang berada di genggamannya tertulis atas nama seorang laki-laki […]

Sore itu, istriku masih menangis. ia masih tak mau makan. Ada sayur daun singkong di meja. Itu makanan favoritnya padahal, tapi ia masih diam saja. Ia mungkin terkejut waktu dokter menyimpulkan sakitnya. Sakit orang kaya.

“Aku tidak menghendaki anak darimu, Dik.”“Kenapa, Mas? Sebab aku mantan pelacur?”

Lalaki curiga pamajikanana salingkuh, nepi ka nuturkeun nyumput-nyumput.


Di dalam, semua barang masih ada di tempatnya, kecuali satu hal—sosok yang seharusnya ada di sana.

Seorang lelaki misterius membantu Hana Mencari Kata Terakhir.


Di sebuah kota kecil yang nyaris terlupakan, ada seorang pria tua yang dipanggil Tuan Mimpi.
