Cerbung

Cerbung adalah kolom yang diisi dengan cerita yang nggak kelar dalam sekali duduk. Tiap cerita berlanjut sampai 3-10 postingan lain. Baca pelan-pelan, biar tiap episodenya nancep.

Jayanti II: Cahya Dalan

Lampu Penerangan Jalan Padam, Seorang Pengendara Motor Tewas di Tempat Karawang – Seorang wanita berinisial SH (20) tewas di tempat usai motor yang dikendarainya terperosok ke dalam jalan berlubang pada pukul 1 dini hari. Sementara itu, SH terlempar cukup jauh dan jatuh ke tengah jalan sebelum terlindas truk pengangkut pasir yang melintas. Saksi mata menyebutkan, […]

Serial Catatan Kacrut: Rinjani

Untuk yang bertanya kelanjutan kisahku dengan Mulan, ya sudahlah. Rasanya aku gak perlu jelasin betapa takutnya dimarahin Ayahnya malam itu sambil menghina motor tuaku. Mungkin aku gabakal lagi ngerasain ngobrol mesra di depan supermarket yang udah tutup di pinggir jalan itu, gak bakal lagi ngerasain makan coklat sepotong berdua. Gak bakal ngerasain bercanda di motor […]

Serial Catatan Kacrut: Mulan

Hari-hariku sekarang menjadi muram karena tak ada lagi dia dalam hidupku. Mentari yang rajin bawakan air doa itu lebih milih mantannya. Sungguh di luar perkiraan BMKG. Untung sebelumnya aku sudah lebih dulu melakukan survei elektabilitas kelayakan calon ke Mulan. Ya lumayan lah, menghilangkan sepi dan bosan. 1 bulan berikutnya, aku hidup bermalas-malasan. Malas memberikan waktu […]

Serial Catatan Kacrut: Mentari

Di hari menjelang ulang tahunnya yang ke-19, aku mencoba memberanikan diri memberi sebuah kado walau itu hanya sekadar balon berbentuk palu yang tidak ada harganya.

Sejoli: Wanarasa (Bagian II)

TitipanLamunan pun tersentak oleh bunyi kriuk perut Saehun yang sedari tadi setia menunggu sang ibu memasak nasi. “Bu apakah sudah matang nasinya?” Kata-kata itu seperti pisau belati menusuk ulu hati. Kebahagiaan seorang ibu terletak pada bahagianya anak-anak. Orang tua akan melakukan apapun demi melihat si buah hati tersenyum. Begitu pun sebaliknya seorang anak akan berusaha […]

Di Punggung Ibu (Bagian IV)

Sudah kurang lebih 1 bulan aku menempati rumah di kota ini. Rumah yang diberikan Sandy secara cuma-cuma. Sesekali ia membawaku ke ritel furnitur di dekat-dekat sini untuk memilih perabotan yang aku suka. Aku gak banyak milih, karena menurutku perabotan lama juga masih bagus. Lagipula, aku kangen keluarga dan teman-temanku. “Kamu gak happy, ya?” Sandy merangkulku […]

Sejoli: Wanarasa (Bagian I)

Kampung Wanarasa berada bawah kaki Gunung Sidengkong. Saat itu menjelang malam, langit gelap dan suasana terasa sangat sunyi. Rasa sepi yang menyelimuti diantara keramaian. Manusia terkadang perlu merasa sepi, karena sepi adalah pengakuan yang sejati terhadap diri. Wanarasa. Wana adalah hutan sedangkan rasa berarti ya rasa diciptakan oleh keadaan dan pikiran dengan begitu Yatimah sudah […]

Kota Mati itu Baru Saja Dibangun

Aku harus pergi dari tempat ini, karena Ali telah membuatku berjanji sehari sebelum ia mati. Namun tidak ada hal yang benar-benar dapat kujadikan kompas untuk perjalananku. Kota tujuanku adalah sebuah nama kota yang baru saja dipaksa bangun, justru setelah penemunya mati. Kota itu bernama Madinah Al-Ghaibiyah. Berdasarkan apa yang pernah Ali tulis, itu adalah kota […]

More posts