Tontonan Wowo
Selama Wowo masih bisa terbangun esok harinya dan duduk menonton TV dengan sepiring nasi goreng, maka semuanya akan baik-baik saja.
Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?
Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan semangat zaman mereka.
Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).
Selama Wowo masih bisa terbangun esok harinya dan duduk menonton TV dengan sepiring nasi goreng, maka semuanya akan baik-baik saja.




“Heh! Ngapain kalian? Gak usah sok kaget. Kau yang buat aku takut, ya!”

Bunga-bunga kembang gugur, menghimpit doa-doa tanah

Kata-kata terakhir Lottie terngiang-ngiang dalam pikiranku. “Memang kau sejelek itu, ya? Pantas kau di dalam kotak itu selamanya.”

Kasih ibu, sepanjang blockbuster tak terhingga sepanjang malam

di kertas itu ia arsir sepucuk senapan dan bom tangan

