Ku Timang-Timang Jamiyyahku Sayang
Hadirin gembira melepas dahaga
Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?
Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan semangat zaman mereka.
Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).


“Heh! Ngapain kalian? Gak usah sok kaget. Kau yang buat aku takut, ya!”

Bunga-bunga kembang gugur, menghimpit doa-doa tanah

Kata-kata terakhir Lottie terngiang-ngiang dalam pikiranku. “Memang kau sejelek itu, ya? Pantas kau di dalam kotak itu selamanya.”

Kasih ibu, sepanjang blockbuster tak terhingga sepanjang malam

di kertas itu ia arsir sepucuk senapan dan bom tangan


Kalian ingin menghapus jejak anakku? Kalian ingin berpura-pura seolah dia tidak pernah ada hanya demi menutupi rasa malu?

“Tentu saja aku bakal menerimanya! Aku gak mau keinginanku berakhir di kotak cokelat berdebu seperti itu,” jawabku dengan nada sombong.
