Menjadi Hiu
Dan benara tempat Bapak membeli pohon dan rumput segar buat di rumah kaca
Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?
Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan semangat zaman mereka.
Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).
Dan benara tempat Bapak membeli pohon dan rumput segar buat di rumah kaca
Pagi hari yang cerah, banyak anak yang sedang berangkat ke sekolah. Matahari mulai terbit dari arah timur. Terlihat ada gadis memakai pita rambutnya, berseragam rapi, dan membawa tas pink lucunya sambil berlari menuju gerbang sekolahnya. Dia bernama Alexa. Dia adalah siswa pindahan yang baru dua bulan bersekolah di sini. Sekarang dia menduduki bangku kelas 2 […]
Seluruh elemen masyarakat perlu bersinergi, agar toleransi antarumat beragama di Indonesia semakin meningkat.
Saat itu aku menjawab, “Aku akan menyelesaikan laporan pekerjaan atasanku.”
Ia terputar berulang-ulang di kepala Warta: “Aku tidak akan beri tahu siapa-siapa.”
“Kau punya kondom, bukan? Gunakan saja kepada mereka! Sembuhkan!” tegas Ibu, sebelum langkah kakinya menjadi sunyi.
Kepalaku dipenuhi pertanyaan-pertanyaan yang tidak memiliki jawaban dan air mataku seperti tidak tahu berhenti.
Bercermin negeri yang kelewat becek, mengering mabuk pujian