Perbincangan di Lembah Dingin
karena kini, bendera dijual di pasar yang sama tempat kita menjual harga diri
Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?
Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan semangat zaman mereka.
Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).
karena kini, bendera dijual di pasar yang sama tempat kita menjual harga diri

Ada masa di mana kau berguguran deras. Ada kala kau hanya meneteskan bulir liris.


Ia akan datang bersama hujan dengan tatanan dan kebahagiaan!


Tak ada yang dapat hidup lebih lama, Hanya demi lahan oligarki.

Perut berdoa pada lapar sunyi mengunyah tulang dan sungai menangis darah

tak siapa pun akan mendengarkan, apalagi menghiraukannya seperti malam.

Selama Wowo masih bisa terbangun esok harinya dan duduk menonton TV dengan sepiring nasi goreng, maka semuanya akan baik-baik saja.

