Puisi Orang-Orang Kalah
Kali ini, aku persembahkan seekor kucing kecil yang hampir dimakan induknya.
Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?
Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan semangat zaman mereka.
Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).
Kali ini, aku persembahkan seekor kucing kecil yang hampir dimakan induknya.

dengan jarinya terus saja mengucurkan cairan merah kental yang bercampur karat senar.

suara gemuruh panjang yang kali ini terdengar sangat mengerikan, persis seperti raungan naga yang murka karena tidurnya diusik.

Satu negara lari tunggang langgang, singgasana presiden ikut limbung dan bimbang.

Kekasihku: engkau adalah sehelai Tais

Rasanya, ia mendekap Sintong, kawannya. Kawannya yang setia.


Embun mengeruhkan kota. Namamu sempat terbaca, lalu larut


