Mentari Pagi
Laki-laki itu mengatakan, “Ini sudah saatnya Pagi pulang karena siang sudah datang.”
Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?
Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan semangat zaman mereka.
Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).
Laki-laki itu mengatakan, “Ini sudah saatnya Pagi pulang karena siang sudah datang.”

Butiran air satu demi satu menetes membasahi atap tua



Ada juga yang bilang bahwa mati karena minum Wipol, yang lain bilang bahwa bukan Wipol, melainkan Baygon.

“Manusia bisa kehilangan seseorang begitu lama sampai wajah orang lain pun mulai tampak seperti kenangan.”

dari seonggok Lumut yang pernah Bermahkotakan Mawar, sebut saja ia begitu

"Setajam itu lidah manusia, Kianra Laguna Bintara," ucapnya tegas.

Mandira percaya kejujuran adalah kejahatan. Baginya, orang-orang jujur sama saja dengan berbuat kriminal.

bayangan berbulu hitam legam berbaring malas di kaca jendela
