Jika Rindu ini adalah Api
Jika rindu ini adalah api maka biarlah
Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?
Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan semangat zaman mereka.
Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).



Sebab rasa yang layu tumbuh subur, akibat angkuhmu selalu dirawat.

Guru itu keluar sebentar hanya untuk melihat embun masih berkeliaran, mengusap jendela yang hampir pecah. Beberapa tembok juga seperti dimakan tikus, namun setelah diintip, ada proyektil yang pecah.


Dengan semua harap yang kalap kepunyaanku.

Nahasnya ia tetap menjadi orang yang sama seperti dulu

“Wahai langit yang maha, jangan hanya turunkan hujan sahaja. Tolong berikan juga takdir yang perkasa”

Aku tidak pernah menceritakan tangisku di telepon, Ibu.
