Wisuda, Lalu Apa?
Kau akhirnya berjalan pergi. Di belakangmu, suara tawa masih ada. Kamera masih berbunyi. Orang-orang masih berpose dan semuanya tetap berjalan seperti seharusnya.
Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?
Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan semangat zaman mereka.
Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).
Kau akhirnya berjalan pergi. Di belakangmu, suara tawa masih ada. Kamera masih berbunyi. Orang-orang masih berpose dan semuanya tetap berjalan seperti seharusnya.

Puisi Lima Kidung Kangean dari warga Kangean~





Lampu jalan adalah mata yang menolak tidur. Mengawasi aspal yang terus digilas roda, menolak menyerah pada malam.

Berakhir di tangkap dengan cara diambil karena mempunyai otak yang kerdil


