Esai

Kolom ini berisikan esai opini mengenai kejadian-kejadian terkini dan personal. Ditulis sesantai yang kami mampu, seserius yang kami bisa.

Harapannya, suatu hari nanti kita bisa melihat kembali bagaimana kita mencatat peristiwa-peristiwa yang telah lewat.

Demonstrasi Gen Z Nepal yang Tampaknya Lebih Visioner daripada Rencana Pembangunan Kita

Beberapa minggu terakhir, bendera Jolly Roger berkibar di Indonesia, Nepal, dan Prancis. Hal ini tak luput dari perhatian masyarakat Indonesia yang mengalami peristiwa serupa sebelumnya (meskipun kemarahannya berhasil diredam karena Daftar Tuntutan 17+8 akhirnya diserahkan). Gelombang demonstrasi besar-besaran yang dipelopori Gen Z Nepal meluas begitu masif sampai orang-orang menyebutnya Gen Z Revolution. Nepal, sebuah negara […]

Memperlakukan Buku Jelek dengan Etika Greenflag

Pernah gak sih kalian punya ekspektasi tinggi terkait buku yang kalian beli? Aku jamin kamu kesal ketika telah berekspektasi tinggi: bahwasanya buku yang kalian beli itu bagus, namun setelah membacanya, isinya jelek mampus. Aduh! Tapi mau gimana lagi, sudah dibeli juga, huft. Ini masih juga terjadi padaku, tapi kalau sekarang sih aku lebih memilih untuk […]

Jean Paul Sartre, Filsuf yang menolak Penghargaan Nobel Senilai 16M

Nobel Sastra adalah penghargaan sastra paling bergengsi di dunia yang diselenggarakan tiap tahunnya oleh Akademi Swedia atas amanat dari Alfred Nobel. Penerima anugerah Nobel Sastra tak hanya mendapat kehormatan, ketenaran, cetak ulang buku-bukunya dan permintaan penerjemah dari berbagai bahasa tetapi juga hadiah sejumlah uang tunai yang fantastis. Sebagai gambaran, Han Kang, perempuan asal Korea Selatan […]

Seribu Lilin di Tengah Gelap Kota Industri, Seribu Komentar di Lini Masa

Sabtu malam, 31 Agustus 2025, aku berdiri di Taman Sehati bersama puluhan orang berpakaian hitam. Di tangan kami ada lilin, di kepala kami ada payung hitam, di dada kami ada duka. Kami datang bukan untuk hura-hura, bukan untuk keributan, apalagi demi uang, kami datang karena kami ingin ambil bagian dari gejolak situasi yang terjadi akhir-akhir […]

Berdemo Untuk Menghidupkan Lagi Demokrasi

Secara resmi Negara Indonesia menggunakan sistem demokrasi dalam menjalankan pemerintahannya. Itu artinya kekuasaan terbesar berada di tangan rakyat. Tapi kenyataannya jauh panggang dari api. Rakyat hanya didatangi saat pemilihan saja untuk dimintai suaranya. Begitu menang (jadi legislatif atau eksekutif) si kampret langsung lupa sama janji-janji manisnya dan langsung pasang jarak jutaan tahun cahaya dengan rakyat. […]

Melawan dan Meledaklah lewat Tulisan

Mereka punya uang, punya anjing yang menenteng senjata, punya hukum yang bisa mereka bengkokkan setiap kali moodnya berubah. Tapi mereka gak gak bisa beli kesadaran: satu-satunya hal yang kita punya.