Tan Malaka Ada Benarnya Juga, dan Ini Alasan Saya Percaya Padanya
Saya seorang yatim yang mencari arah hidupnya, dan menemukan nama Tan duduk berdampingan dengan angka 1925 pada buku Naar de Republiek Indonesia
Kolom ini berisikan esai opini mengenai kejadian-kejadian terkini dan personal. Ditulis sesantai yang kami mampu, seserius yang kami bisa.
Harapannya, suatu hari nanti kita bisa melihat kembali bagaimana kita mencatat peristiwa-peristiwa yang telah lewat.
Saya seorang yatim yang mencari arah hidupnya, dan menemukan nama Tan duduk berdampingan dengan angka 1925 pada buku Naar de Republiek Indonesia


Padahal, biasa saja, lah. Banyak peneliti yang lebih tahu kopi dan berbicara biasa saja tidak sampai berbusa.

Begini saja, kan tidak semua content creator adalah jurnalis, maka tidak semua pembaca tarot adalah cenayang.

Kalau kamu masih mengira merokok sambil nyetir itu dosa paling besar di jalan, kamu mungkin belum pernah ketemu pengendara dengan lampu rem putih terang menyilaukan. Bisa bikin buta sesaat dan berujung celaka.

Mungkin, tanpa disadari, memilih mencintai MU juga belajar tentang kehilangan, mengelola harapan, dan penerimaan diri seperti dalam teori lima fase kesedihan dari Kubler-Ross.

What do you think? Would spending years in the pursuit of understanding selflessness be a ‘useless’ idea?

Kepada seluruh penganten lintas kabupaten, mari!

“Politik dinasti harus diruntuhkan!” Narasi tersebut telah digaungkan sedari lama. antidinasti, antinepotisme, antikolusi dan anti-anti lain beriringan memenuhi dinding tongkrongan. Semua orang setuju kalau ide tentang monarki tak kasat mata sangat merugikan negara. Sayangnya, ketika Pemilu atau Pilkada tiba, penyakit pikun menyerang rakyat seluruh negeri. Kemarin masih membicarakan pejabat disertai dendam kesumat, hari ini […]

Begitulah praktik yang telah dinormaliasi dalam tubuh ormawa, atau bahkan kita semua.
