Masuk Neraka Jalur Motoran sambil Ngobrol Berdampingan
Maka tahanlah hawa nafsumu untuk sok asyik dengan temanmu itu!
Kolom ini berisikan esai opini mengenai kejadian-kejadian terkini dan personal. Ditulis sesantai yang kami mampu, seserius yang kami bisa.
Harapannya, suatu hari nanti kita bisa melihat kembali bagaimana kita mencatat peristiwa-peristiwa yang telah lewat.
Maka tahanlah hawa nafsumu untuk sok asyik dengan temanmu itu!

Sejarah seperti diulang kembali pada bangsa Palestina. Sebelumnya Papua yang ditentukan nasibnya tanpa keberadaan orang Papua, sekarang seakan hanya berubah tempat, Palestina kini yang mau ditentukan nasibnya oleh bangsa-bangsa yang tidak tahu malu, sok asyik, dan itu adalah Indonesia.

Ada kejadian yang paling membekas di memori saya. Saat guru Kesenian memberi tugas menggambar Yesus. Itu jelas sekali perintahnya. Namun tak saya kerjakan dan saya putuskan bolos esok harinya.

Program ini akan memiliki dampak positif pada roda perekonomian daerah, setidaknya begitu kata orang-orang yang tidak pernah menginjak lumpur tambak sampai mata kaki untuk bertahan hidup.

Sebuah satire mengenai hipokritas seorang pemimpin, sebab yang ditulis George Orwell ternyata masih relevan terhadap kepemimpinan masa kini.

Gelar sarjana pendidikan itu terlalu berharga untuk disematkan secara prematur hanya demi memenuhi hasrat pamer yang dangkal.

Kupikir jalan Selokan Mataram, Seturan, dan simpang empat Condongcatur sudah menjadi “garis akhir” dari tingkat kepadatan lalu lintas. Ternyata tidak!

Tadinya saya ingin menutup tulisan ini dengan pertanyaan singkat “Lucu, kan?” tapi jujur saya khawatir akan ada yang membaca tulisan saya sampai ke titik ini lalu tersinggung,

Kalau ada lak-laki pesan matcha, biarkan saja. Tak perlu disuruh pesan americano agar kembali ke jalan maskulin.

Di era politik modern, kita sering melihat fenomena para pemimpin negara yang menggunakan simbol-simbol agama untuk mendekatkan diri dengan rakyat. Donald Trump adalah contohnya, sebab kita kali ini mau bahas Trump, bukan Cak Imin. Trump sering menyebut dirinya sendiri sebagai pembela orang Kristen. Pada satu kesempatan, ia pernah difoto sedang memegang Alkitab di depan gereja. […]
