Potret Kelas Sosial dalam Perkeretaan Jakarta
Awal-awal sih saya kira semua kereta sama saja yang penting nyampe. Tapi setelah sering naik, saya mulai melihat bahwa rel-rel itu bukan cuma membelah kota, tapi juga membelah kelas sosial. Anjay~
Kolom ini berisikan esai opini mengenai kejadian-kejadian terkini dan personal. Ditulis sesantai yang kami mampu, seserius yang kami bisa.
Harapannya, suatu hari nanti kita bisa melihat kembali bagaimana kita mencatat peristiwa-peristiwa yang telah lewat.
Awal-awal sih saya kira semua kereta sama saja yang penting nyampe. Tapi setelah sering naik, saya mulai melihat bahwa rel-rel itu bukan cuma membelah kota, tapi juga membelah kelas sosial. Anjay~

Tulisan ini lahir dari kegelisahan kecil yang pelan-pelan berubah jadi keresahan besar: bagaimana organisasi mahasiswa yang dulu menjadi benteng kesadaran kini justru tampak jinak dan patuh. Di banyak kampus, termasuk di tempatku belajar, Ormawa (Organisasi Mahasiswa) lebih sibuk mengurusi proposal, LPJ, dan acara seremonial ketimbang mengurusi mahasiswa itu sendiri. Aneh memang, tapi begitulah adanya. Ormawa […]

Saya kira saya sudah tajir dan layak menikah dengan anak DPR RI, tapi kok deg-degan juga ngurusin pajak rumah yang xuma sekian meter persegi saja. Ah!

Sebuah catatan tentang ruang aman santri perempuan dan kebebasan berpendapat di lingkungan pesantren.

Ayo kawanku lekas naik, pajakku dipakai utang lamaaa~

Selama ini, mereka selalu menginjak tanah, selalu menundukkan pandangan untuk melihat tanah. Lalu mereka menanami tanah, menjaganya, sampai bisa menuai yang ditanaminya. Pun, manusia "katanya" berasal dari tanah, dan pepatah selalu nyaring "Semakin berisi padi, maka semakin ia menunduk". Bukankah indah? petani-petani itulah padi sesungguhnya.

Minpang kemudian stalk ke IG salah satu pelaku dan melihat banyak repost-an terkait isu-isu sosial dan politik yang kemarin ramai, (sebut saja 17+9) kita jadi bisa tahu bahwa gak semua orang yang kelihatannya "membela yang lemah" akan membela temannya juga. yang kelihatannya "bisa nyembuhin" justru membuat orang lain sakit.

Saya sering merasa dia hadir dan mengisengi saya yang sedang melamun. Kau tahu?Perasaan seperti beliau hadir di kursi kereta, dengan bebas berlarian dan mengumpat, juga memanggil.

Selayaknya yang sering digaungkan oleh Mas Wapres soal penggunaan AI. Mari awali tulisan ini dengan bertanya ke ChatGPT mengenai tanggapan Presiden soal ribuan anak yang keracunan setelah mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tim nasional sepak bola Indonesia yang belum pernah meraih gelar apa-apa itu tiba-tiba saja ngebut ingin masuk Piala Dunia. Untuk mencapai target tinggi tersebut, mungkin yang dibayangkan publik pecinta sepakbola tanah air adalah pihak PSSI sebagai induk sepak bola nasional akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap ekosistem jagat sepak bola Indonesia. Mulai dari pembinaan pemain usia […]
