Dear Mahasiswa Purwakarta
Purwakarta akan maju. Tapi bukan karena ambu Anne atau Dedi Mulyadi yang hebat, tapi tim yang membersamai dan bekerja dengan solid di berbagai lini.
Kolom ini berisikan esai opini mengenai kejadian-kejadian terkini dan personal. Ditulis sesantai yang kami mampu, seserius yang kami bisa.
Harapannya, suatu hari nanti kita bisa melihat kembali bagaimana kita mencatat peristiwa-peristiwa yang telah lewat.
Purwakarta akan maju. Tapi bukan karena ambu Anne atau Dedi Mulyadi yang hebat, tapi tim yang membersamai dan bekerja dengan solid di berbagai lini.

Kelapa santen dalam pesawat, punten anak bawang mau lewat.~

Selama di Purwakarta, saya tidak pernah lihat komunitas literasi membuat program bersama untuk kemajuan bangsa dan negara.

Sebul ini Mixue Cabang mana? atau Gacoan Jenis Mie Apa?

Kalau ada orang bertanya, “Apa yang dimaksud band gak faedah, ngopi tanpa solusi, kumpul kebo, gegayaan diskusi yang malah jadi tempat bermabukan asmara yang jauh dari tujuan?” Itu cuma bisa dijawab sama Wira, ya orang dia yang nulis. Entahlah, saya aja pas baca beberapa kali micingin mata dan nanya “Oh emang iya ya se-sampah itu?” […]

Kalau ada orang bertanya, “Ke mana komunitas literasi di Purwakarta hari ini, ya?” Itu tidak dapat dijawab semudah, “Euweuh geus paraeh jigana!” Malahan, untuk dapat menjawabnya tentu saja perlu penyisiran secara serius. Aslina~ harus serius ini mah. Kalau tidak, akan menimbulkan pembacaan yang enggak-enggak seperti yang dilakukan Sebul itu. He3x. Gini loh, terkadang eksistensi di […]

Semua setara. Semua adalah pekerja. Rebuut~

Menarik, akhir-akhir ini teman-teman produktif sekali menulis, ya. Tidak lain tidak bukan karena tulisan pemantik sekaligus menandakan lahirnya orok baru di Purwakarta bernama Sebul. Teman-teman yang saya kenal di Purwakarata maupun Karawang turut menyampaikan opininya. Tak lupa juga Kang Farid yang saya hormati walaupun belum pernah bertemu langsung, Kang Hadi yang saya hormati dan sudah […]

Terima kasih Sebul kau sudah berani. Kau membuat orang-orang keren bertengkar elegan ahihi. Kita semua suka dengan pertengkaran ini. Kalau bisa seperti sinetron Tersanjung yang episodenya beratus-ratus. Biasanya kalau orang keren bertengkar itu semakin sehat literasi di daerahnya, dan baik untuk diamati. Misal, gaya pukulnya pake seni, nangkisnya pake seni, gaya dehemnya juga pake seni: […]

Berangkat sebagai penikmat sastra yang baru menekuni tulis menulis, saya merasa seperti orang yang lewat di kumpulan orang-orang tua yang lagi asyik kumpul di tengah jalan dan saya lewat di tengah-tengah itu; “Punten ngiring ngalangkung.” Punten, saya ikut menanggapi tulisan Pak Amar terkait polemik ekosistem literasi di Purwakarta yang dekat-dekat ini memang sedang berisik-berisiknya ditanggapi […]
