Tuhannya Orang Purwakarta
Catatan dari "Diskusi dan Bedah Buku: Tuhan Tak Perlu Dibela" Gusdurian Purwakarta, 31 Januari 2024/
Kolom ini berisikan esai opini mengenai kejadian-kejadian terkini dan personal. Ditulis sesantai yang kami mampu, seserius yang kami bisa.
Harapannya, suatu hari nanti kita bisa melihat kembali bagaimana kita mencatat peristiwa-peristiwa yang telah lewat.
Catatan dari "Diskusi dan Bedah Buku: Tuhan Tak Perlu Dibela" Gusdurian Purwakarta, 31 Januari 2024/

Bualan tukang obat itu memang sama dengan politisi. Bedanya, tukang obat membual untuk bertahan hidup, politisi bualannya merenggut hidup banyak orang. Tukang obat cari makan, politisi curi makan banyak orang.

Apa saya harus jadi Menteri Dalam Negeri dulu baru orang tuh percaya kalau kota yang namanya Saranjana tuh ada? Apa saya harus menjadi bagian dari lembaga negara dulu biar omongan saya valid dan layak dipertimbangkan?

Saya pemilih Jokowi dalam dua kali Pilpres yang lalu, dan kini saya tahu harus apa...

Ini adalah hari ketiga saya diet sehat dan rasanya uuuuhhh! Bikin saya terus-terusan pengen teriak “Ya Alloh iket aja setannya sekarang, gak usah nunggu bulan puasa!” Seperti yang teman-teman tau ya (kalau ngepoin), saya itu doyan banget sama yang namanya ayam chicken, mi rebus telor airnya dikit, ciki kentang, kentang goreng, kopi, makanan maniez, rokok, […]

Bayangkan betapa luang waktunya dan rendah hati mereka menonton semua kegiatan kamu, membaca tulisan kamu, menonton konten kamu, menikmati karya kamu. Teman sendiri aja kan jarang loh se-apresiatif itu. Kamu harus bersyukur karena kamu punya penikmat.

"Geus mah duit dipake, tanaga dipake, otak dipake, awak dipake." katanya misuh-misuh sambil rada ceurik saeutik.

Muncul stereotip-stereotip baru terhadap perempuan yang bisa jadi lebih buruk. Bahwa perempuan adalah manusia penghisap, manusia suka duit, manusia yang rela membunuh hanya karena duit, bahwa orang yang rambutnya dicat adalah pembunuh, bahwa yang gak pake jilbab adalah bahaya, bahwa mantan LC adalah makhluk yang busuk dan doyan selingkuh.

Bagaimana mungkin aturan pesantren seperti mencuri dan merokok ada, tapi untuk kekerasan seksual malah tak disebutkan.

Beberapa kali di sepanjang perjalanan Cikampek menuju Purwakarta (ataupun sebaliknya), baik itu di jalur utama ataupun jalur tikus industri BIC, saya sering banget nemu pengendara motor/mobil yang nyetir sambil ngerokok. Aduh, gimana, ya. Sebagai orang yang sangat mudah terganggu ini, saya merasa siapapun yang berkendara sambil merokok adalah orang tolol yang layak saya serempet dan […]
