Kenapa Kita Berani Nawar kalau di Pasar?
Jadi, setelah membaca sampai di sini, menurutmu selama ini kamu lebih sering menjadi pasar atau kafe?
Kolom ini berisikan esai opini mengenai kejadian-kejadian terkini dan personal. Ditulis sesantai yang kami mampu, seserius yang kami bisa.
Harapannya, suatu hari nanti kita bisa melihat kembali bagaimana kita mencatat peristiwa-peristiwa yang telah lewat.
Jadi, setelah membaca sampai di sini, menurutmu selama ini kamu lebih sering menjadi pasar atau kafe?

Ghost Rider selalu membawa pulang pecahan memori dari orang-orang yang telah dia hakimi.

Jadi, untuk diriku dan semua orang yang sedang merasa berat: bersikaplah lembut kepada diri sendiri. Yuk istirahat dulu, yuk!

Beberapa waktu terakhir event lari di Indonesia memang melonjak drastis setiap tahunnya. Berdasarkan data dari Kementerian Pemuda Olahraga (Kemenpora) dan goodstats.id, jumlah event lari melesat dari yang awalnya hanya sekitar 88 kegiatan pada tahun 2021 menjadi lebih dari 600-an event skala nasional dan daerah pada tahun 2025. Dalam 4 tahun, naik sebanyak 512 event berarti, per setiap […]

Menjelang pertengahan tahun lalu, usaha menduniakan Sastra Indonesia agaknya mendapat angin segar.

Menjadi rakyat rasanya seperti penonton lomba mewarnai anak TK

Kepada semua ikan, sapi, ayam, dan semua yang sudah dimakan dan menjadi energi saya sampai hari ini, saya berjanji akan melakukan hidup yang lebih bermakna dan lebih baik.

Keberadaan kalangan konservatif agama yang ekslusif, mereka berpandangan bahwa sains serta mengadopsi sains Eropa tidak diperlukan.

Maka tahanlah hawa nafsumu untuk sok asyik dengan temanmu itu!

Sejarah seperti diulang kembali pada bangsa Palestina. Sebelumnya Papua yang ditentukan nasibnya tanpa keberadaan orang Papua, sekarang seakan hanya berubah tempat, Palestina kini yang mau ditentukan nasibnya oleh bangsa-bangsa yang tidak tahu malu, sok asyik, dan itu adalah Indonesia.
