Banjir, Bahasa Kekuasaan dan Anggaran yang Dikantongi Sendiri
LIhatlah Jokowi, rambutnya deforestasi. Uh kasihan.
Kolom ini berisikan esai opini mengenai kejadian-kejadian terkini dan personal. Ditulis sesantai yang kami mampu, seserius yang kami bisa.
Harapannya, suatu hari nanti kita bisa melihat kembali bagaimana kita mencatat peristiwa-peristiwa yang telah lewat.
LIhatlah Jokowi, rambutnya deforestasi. Uh kasihan.

Lucu bukan? Kok jadinya malahan negara yang—setidaknya pernah memanfaatkan uang pajak kita—mengorganisir dan mengoperasikan para pendengung, pakai APBN pula.

Cuan dari sawit ini nampaknya memang membikin candu.

Mari menulis, bersuara, dan terus menolak lupa. Selama bencana ini terus disebut, ditulis, dan dipersoalkan, pengalihan-pengalihan itu (semoga) tidak sepenuhnya mempan, dan dengan ini Minpang menyatakan: kami menolak menjadi bagian dari kekerasan yang pura-pura tak terjadi!

Masih ingat dengan kejadian tumbler ‘Tuku’ Mbak Anita yang hilang di KRL? Kejadian yang bikin seseorang hampir kehilangan pekerjaannya oleh tingkah ‘lebay’ perempuan satu ini, pastinya kalian pengguna aplikasi Thread tahu dong kejadian ini? Kejadian ini menjadi pengingat untuk kita semua supaya bijak menggunakan media sosial & mampu mengendalikan emosi. Intinya, kita jangan sampai seperti […]

Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan. Al-Baqarah: 205 Fakta menarik yang ditemukan hari ini adalah bahwa, raja paling tidak populer dalam dekade ini: Raja Juli Antoni ternyata merupakan seorang mahasiswa tafsir pada suatu hari. Maka, agar […]

Birakan aku menari dengan bayangku sendiri Sebab bulan tak lagi mau menyiramiku dengan sinarnya Selamanya, selamanya aku bermain dan beriman dengan diriku sendiri Syamsul Bahri Hampir di setiap time line di social media saya terlampir kasus perundungan yang semakin mengerikan. Beberapa korban yang merasakan perundungan itu memilih jalan yang berbeda-beda agar rasa sakit hati yang […]

Italia di bawah Berlusconi lebih memilih jadi event organizer daripada memulihkan keadaan pasca bencana. Mau beramah-ramah pada orang lain, tapi kejam pada bangsanya sendiri.

Ada satu pola lama yang tak pernah benar-benar dihentikan: cara berpikir Jakarta-sentris dalam membaca tragedi yang terjadi di luar pusat kekuasaan. You pasti tahu sesuatu baru bisa dikatakan bencana apabila ia masuk radius Monas dan/atau Senayan saja.

Ketimbang memperdebatkan sastra atau tidaknya sebuah buku, mending kita bicarakan bagaimana menyelesaikan perdebatan bubur diaduk atau tidak diaduk. Aku sebenarnya malas ketika diajak untuk menghadiri sebuah diskusi buku. Lagian kenapa harus didiskusikan ya? Bikin pusing aja. Apalagi kalau buku yang didiskusikan itu jelek, kita cuma akan disuguhkan dengan misuh-misuh si pembicara saja, dan yang paling […]
