Dosa Paling Tidak Kalcer Abad Ini
Ada harga yang mesti dibayar dari ketakutan pada kebenaran.
Kolom ini berisikan esai opini mengenai kejadian-kejadian terkini dan personal. Ditulis sesantai yang kami mampu, seserius yang kami bisa.
Harapannya, suatu hari nanti kita bisa melihat kembali bagaimana kita mencatat peristiwa-peristiwa yang telah lewat.
Ada harga yang mesti dibayar dari ketakutan pada kebenaran.

RUU KUHAP datang dengan ancaman pada privasi dan rasa aman warga negara.


Selama ini nusyuz selalu dikaitkan dengan ketidakpatuhan istri kepada suami. Sehingga istri dalam hal ini selalu saja menjadi pihak yang dipersalahkan, seperti lagu: Mengapa slalu aku yang mengalaaah, tak pernahkah kau berpikir, sedikit tentang hatiku~

"Nak, kamu harus sukses ya," kata Ibu sambil menguleni adonan bakwan di ember, "...biar nggak kayak Ibu sama Bapak."

Wuhu! Orde Baru 2.0! Welcome to Indonesia Neo-Orba. Bahaya Laten Pikunis!

Saya memiliki asumsi bahwa orang-orang yang terjebak dengan masa lalunya adalah orang-orang bodoh. Ia tidak bisa mengentaskan dirinya sendiri dari kubangan kotor seolah ia betah di tanah lumpurnya itu. Ya, mirip seekor babi.

Rakyat tidak didorong untuk bertanya, "Kenapa saya miskin?" melainkan diajak merasa bangga, "Meski miskin, saya tetap Sunda, saya tetap mulia."

Padahal kalau direnungkan lagi, sebenarnya sesuatu yang kita anggap “butuh” itu, gak kita butuhin banget.

Apa gunanya pertumbuhan ekonomi jika di saat yang sama bencana ekologis mengintai, dipicu oleh aktivitas pertambangan yang tak terkendali?
