Esai

Kolom ini berisikan esai opini mengenai kejadian-kejadian terkini dan personal. Ditulis sesantai yang kami mampu, seserius yang kami bisa.

Harapannya, suatu hari nanti kita bisa melihat kembali bagaimana kita mencatat peristiwa-peristiwa yang telah lewat.

Fenomena Wajib Beli Buku Dosen biar Lulus Matkul

Dosen kan bukan sales. Mahasiswa bukan customer. Kampus bukan marketplace. Ketika ketiganya diperlakukan sebaliknya, jangan heran kalau yang lahir bukan sarjana kritis, tapi lulusan patuh yang jago bertahan hidup di dunia yang isinya kerja-kerja-kerja.

Merawat Alam, Merayakan Kebersamaan: Catatan dari Gunung Rahayu

Seringkali, kegiatan menanam pohon itu identik dengan aktivitas fisik yang cukup berat. Mencangkul tanah, membawa bibit, berpanas-panasan, lalu pulang dengan badan lelah. Memang begitulah seninya berkegiatan di alam. Namun, Sabtu kemarin (10/1), saya dan teman-teman Semua Senyum Indonesia mencoba menghadirkan suasana yang sedikit berbeda di Gunung Rahayu. Kami ingin membuktikan bahwa aksi konservasi bisa dinikmati […]

Melucu Dulu, Skripsi dan Nangisnya Belakangan

“Kok skripsimu belum kelar aja?” Berada di ujung masa perkuliahan rasanya kayak duduk di kursi berjarum: duduk, sih, tapi sangat tidak nyaman. Tidak ada yang betah berlama-lama, tapi kadang buat bangun ber-progress satu halaman saja susahnya minta ampun. Kalaupun si penanya bisa cepat menangkap raut cemberut saya, biasanya mereka mengalihkan dengan penghiburan semacam: “Tenang, masih […]

KUHP dan KUHAP: Ayat-Ayat Baru Pemuja Mammon

Digadang-gadang sebagai “pembaruan hukum poskol” yang menggantikan warisan kolonial penjajahan Belanda, KUHP dan KUHAP yang sempat naik-turun beritanya karena kalah sama berita-berita selingkuh resmi diberlakukan. Meski belum memasuki masa UAS, nampaknya ujian kita sebagai WNI sudah berlangsung. Banyak aturan-aturan KUHP dan KUHAP sepertinya bertujuan untuk melindungi pejabat dari konsekuensi hukum atas kesalahan mereka sendiri. Baru […]

Ketika Para Pejabat Merasa Mereka Adalah “Karyawan”

  Beberapa waktu yang lalu, ruang publik kita dihentak oleh pernyataan seorang anggota DPR yang menyindir donasi masyarakat sebesar Rp10 miliar untuk korban banjir di Sumatera. Dengan nada meremehkan, donasi tersebut dianggap “biasa saja” jika dibandingkan dengan bantuan triliunan rupiah yang digelontorkan negara. Sekilas, secara matematika, pernyataan itu benar. Rp10 miliar hanyalah remah-remah—mungkin tidak sampai […]

nakitbahis giriş | primebahis | Jojobet | Jojobet | ultrabet | lunabet | meritbet giriş | pusulabet | holiganbet giriş | jojobet | jojobet giriş | pusulabet | pusulabet | holiganbet giriş | kingroyal | kingroyal giriş | pusulabet giriş | matbet giriş |