Pedihnya Jadi Barista di Indonesia: Sudahlah Dibayar Murah, Diremehkan Pula!
Meski industri kopi sedang naik, apakah pekerja di balik secangkir kopi ikut terangkat?
Kolom ini berisikan esai opini mengenai kejadian-kejadian terkini dan personal. Ditulis sesantai yang kami mampu, seserius yang kami bisa.
Harapannya, suatu hari nanti kita bisa melihat kembali bagaimana kita mencatat peristiwa-peristiwa yang telah lewat.
Meski industri kopi sedang naik, apakah pekerja di balik secangkir kopi ikut terangkat?

Seorang lelaki yang takut dengan perempuan berpenghasilan lebih besar dari dirinya: yang merasa harga dirinya diinjak-injak dan selalu mengira jika istrinya akan semena-mena begitu berpenghasilan sendiri, sudah jelas bermasalah sejak dalam pikiran.


Negara lagi-lagi menang bukan hanya secara politik, tetapi juga secara psikologis.

Alih-alih menjadi pelayan publik, aparat sering kali bertindak seolah-olah berada di atas warga negara.

Daripada sibuk menyusun dalil untuk merasa agamanya yang paling benar, mungkin lebih baik kita mulai menemukan makna Tuhan dalam realitas sosial.

Tapi ngomong-ngomong, bukankah coli juga hak semua orang?

Peristiwa-peristiwa yang terasa tidak nyaman bisa saja dijauhkan konteksnya, disamarkan maknanya, dan bahkan dibuat seakan-akan peristiwa itu sudah selesai dengan sendirinya.

Apakah kita akan menjadi penonton pasif atau pelaku dalam pasar kebencian ini?

Dalam praktiknya, masa pemilu sering kali justru menjadi mekanisme mempertahankan kekuasaan segelintir orang.
