#KaburAjaDulu dan Keruwetan Belakangan
Tagar #KaburAjaDulu adalah bentuk protes pada pemerintah yang mengeluarkan kebijakan yang mengecewakan.
Berikut ini adalah tulisan-tulisan yang menurut kami patut disimak, ditandai, atau dibaca ulang sambil ngopi-ngopi indie atau sambil duduk di antara dua sujud.
Tagar #KaburAjaDulu adalah bentuk protes pada pemerintah yang mengeluarkan kebijakan yang mengecewakan.

Tagar #IndonesiaGelap mencuat sebagai bentuk protes terhadap pemangkasan anggaran pendidikan dan kesehatan dalam Inpres No. 1 Tahun 2025, yang berujung pada demonstrasi besar dan bentrokan di Jakarta.

Netizen berperan dalam mempengaruhi perubahan hukum melalui kejulidan di media sosial.

Gus Dur berperan dalam melawan diskriminasi terhadap masyarakat Tionghoa.

Banjir rob di Karawang mengungkapkan dampak perubahan iklim yang sangat mengkhawatirkan.

Penutupan 14 tambang ilegal di Subang membuka refleksi soal kerusakan ekologis, pemulihan lingkungan, dan pentingnya penegakan hukum yang tegas.

Pembuangan limbah medis ke Sungai Citarum yang diduga akibat kelalaian pengawasan menciptakan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat.

Artikel ini membahas insiden doxing yang dialami peneliti ICW terkait penominasian Jokowi sebagai pemimpin terkorup versi OCCRP, serta dampaknya terhadap kebebasan berekspresi di Indonesia.

Di ujung tahun 2024 ini seluruh kru redaksi mau refleksi demi 2025 nanti.

Pengekangan kebebasan berekspresi pertama terjadi di masa Prabowo Subianto. Pada hari Kamis, 19 Desember 2024, pameran lukisan karya Yos Suprapto dibredel dengan alasan kurator menganggap lima dari 36 lukisan yang hadir “tidak sesuai dengan tema yang sudah ditentukan, ” yakni tentang Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan. Dua di antara lima lukisan yang dibredel itu adalah […]
