Memikirkan Ramadan yang Begitu-begitu Saja
Para penceramah di bulan Ramadhan seperti menyalin apa yang sudah mereka sampaikan di tahun-tahun lalu
Berikut ini adalah tulisan-tulisan yang menurut kami patut disimak, ditandai, atau dibaca ulang sambil ngopi-ngopi indie atau sambil duduk di antara dua sujud.
Para penceramah di bulan Ramadhan seperti menyalin apa yang sudah mereka sampaikan di tahun-tahun lalu

Saya mendapat julukan “Gadis Extra Segar” karena punya kaki yang dua kali lipat lebih banyak dari jumlah kaki di larutan penyegar yang biasa diminum bapak saya ketika merasakan sakit di tenggorokan.

Overthinking adalah sebuah series tulisan dari kelebihan pikiran yang dilebih-lebihkan. Padahal, enggak penting, sih...

Sabtu kemarin, saya datang ke diskusiannya Ceu Yayu dan Sarma. Bahasannya soal kekerasan seksual di lingkup komunitas. Agak canggung sebenarnya karena setahu saya ini hal yang sering terjadi, ya. Cukup sering terjadi di circle yang beririsan dengan saya. Saya sepakat bahwa melakukan sesuatu untuk mendapatkan kepuasan seksual tanpa kesepakatan pihak lain tuh ya salah, […]

“Banyak anak banyak rezeki, dua anak lebih baik, atau hidup berdua saja sampai maut memisahkan.” Pilih mana hayo? Halo, semua! Akhir-akhir ini lagi rame banget pro-kontra soal childfree, ya. Terkhusus, persoalan ini menyorot influencer muda kondang Gita Savitri, yang dianggap paling aktif menggaungkan childfree oleh sebagian besar netizen. Fyi, childfree adalah konsep yang muncul di abad […]

Kenapa kita lebih sering meng-unvalidasi pemikirian atau opini dari orang yang lebih memilih untuk childfree? Kenapa ya?

Semua setara. Semua adalah pekerja. Rebuut~

Di Tengah Keributan Ini, Izinkan Swarsa untuk Ikut Log-in Aku suka keributan. Begitulah kira-kira kalimat yang diucapkan saat melihat perang saudara antara komunitas anak muda yang membawa obor literasi di Purwakarta. Dari sekian komunitas yang saling membalas pesan itu, saya cukup akrab dengan Nyimpang dan Kopel, karena selain pernah menjadi koordinator Sastra Kopel zaman heubeul, […]

Saya bersyukur pada dua periode pemerintahan Dedi Mulyadi dan legasinya atas kerja-kerja kesenian di kota ini. Ah yang benerrr~

Kerja, dalam term fav bapak sa adalah bentuk tawakkal yang paling radikal. Ia tidak melulu dipandang sebagai cara mengisi hajat materialistik, namun juga menyirami kebun spiritualitas kita.
