CERPEN

Ini adlah kumpulan cerpen kebanggan kami. Anda boleh tidak bangga, sebab anda bukan balad aing.

Dendam

Taman kota sangat sepi malam ini. Lampu jalan yang dipadamkan, serta gerimis kecil yang berjatuhan, menambah kesan horor pada tempat ini. Dengan kedua kaki yang mungkin tak mampu untuk digerakkan, aku melihat seorang gadis berjalan menggunakan kedua tangannya secara bergantian. Dengan wajah yang penuh ketakutan,… Read More »Dendam

Diary Safira (2)

Hei, ini aku Safira. Aku baru pulang dari kantor. Kau tahu apa saja yang terjadi dari pagi tadi hingga saat ini? Aku disambut baik oleh para tetinggi perusahaanku. Aku senang sekali sampai bingung aku harus bagaimana. Soalnya, aku langsung diberi kesempatan untuk andil di proyek… Read More »Diary Safira (2)

Dream

“Ya Tuhan. Untuk apa bunda menangis di atas pemakaman itu? Memangnya makam siapa itu?” Ucapku heran sembari melihatnya dari tepi pohon yang berjarak dua meter dari makam itu. “Bunda! Ayah! Bang Alaska! Kak Fela!” Ucapku lagi memanggil mereka, namun tak ada balasan sedikit pun yang… Read More »Dream

Diary Safira (1)

Safira. Itulah namaku. Ini kali pertamaku menulis. Dari dulu, aku tak pernah mau menulis. Apalagi sebuah diary. Sungguh! Ini benar-benar percobaan pertamaku. Aku melakukan ini, menulis diary, karena sekarang aku tak memiliki satu pun teman untuk dijadikan tempat aku curhat. Tak seperti dulu. Dulu, aku… Read More »Diary Safira (1)

FBL

“hey Sinta, sedang apa kamu di ujung sana? Daripada terus melamun, ayo kita pulang!” Ucap Mila berteriak mengejutkanku. “Emangnya udah waktu pulang? Plis deh Mil, ga usah bolos lagi!” Balasku tak kalah kencang suaranya dengan Mila. “Asal aja kamu Sin. Aku ga bolos tau, tapi… Read More »FBL

Lalat Sebagai Kunci

Aku bertemu kembali dengan kawanku, setelah sekian lama. Aku tak ingat pasti bagaimana aku mati bersamanya. Tapi, aku ingat, kawanku ini seseorang yang taat beragama. Namun, saat ini, di Yaumul Mizal ini, sebelum melintasi Shirat al-Mustaqim, pakaian yang ia kenakan tak beda jauh kusutnya dengan… Read More »Lalat Sebagai Kunci

Rahasia (2)

Setelah semalam bude memergokiku masuk ke dalam ruangan di lantai dua, kami belum lagi bertemu sapa. Aku terlalu bingung untuk memulai dan mungkin bude terlalu canggung untuk berbicara. Sungguh, gelagatnya semalam terus membuatku bertanya-tanya. Jelas terlihat bahwa di balik semua ini pasti terdapat sebuah rahasia.… Read More »Rahasia (2)

PETUAH

Magrib tadi, aku berbincang dengan ayah. Ia bilang padaku bahwa mencari uang adalah prihal gampang. “Tak peduli di mana kau berpendidikan, dan fakultas apa yang kaupilih, yang penting kau berusaha.” Katanya sangat santai. “Sekarang kau mahasiswa akuntansi, Apa iya setelah lulus nanti kau akan menjadi… Read More »PETUAH

Rahasia (1)

Tiga belas tahun sejak bunda pergi, aku selalu dibiarkan sendiri karena bunda tak pernah kembali. Aku yang saat itu masih berusia lima tahun, tak sedikit pun menyadari derita apa yang datang menghampiri. Karena yang ku tau, bunda akan kembali sebentar lagi. Janji dibuat untuk kemudian… Read More »Rahasia (1)

Terjebak

Asep mengunci kamar. Ia selesai bersih-bersih kamar tidur. Ruangannya kini terasa lega. Ia menyiapkan kursi dan memasang tali di langit-langit kamar. Ia sudah siap. Siap untuk mengakhiri hidupnya. Bismika Allahumma Ahya Wa Bismika Amut, lirihnya sambil meneteskan air mata. Kini ia berdiri di kursi sambil… Read More »Terjebak