

Sebuah lapangan hijau yang luas terdapat di wilayah Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang dinamakan Lapangan Adhi Karsa. Lokasinya yang strategis, dikelilingi rumah-rumah warga, sekolahan serta sawah-sawah yang menjadi pusat perhatian warga setiap harinya. Lapangan Adhi Karsa Patikraja adalah jantungnya komunitas, tempat warga berkumpul untuk menghidupkan interaksi antar warga setempat dengan beraktivitas seperti nongki, olahraga serta berkuliner. Keberadaan ruang publik terbuka seperti ini justru jadi penyelamat untuk mencegah masyarakat berlebihan dalam penggunaan gadget.
Selain itu, lapangan tersebut juga dianggap sebagai surganya olahraga bagi warga Patikraja. Setiap Subuh, lapangan sudah mulai ramai dengan warga yang sedang melakukan aktivitas paginya seperti anak muda yang sedang jogging dengan earphone di telinganya, ibu-ibu yang melakukan senam sementara bapak-bapak ada yang sedang latihan voli maupun bulutangkis. Setelah menjelang sore hari, lapangan digunakan untuk arena bermain sepak bola antar RT atau futsal anak sekolah.
Kondisi lapangan yang terawat, dengan rumput hijau yang indah, pinggir lapangan terdapat tempat duduk yang terbuat dari semen yang biasa digunakan untuk duduk santai oleh warga sekitar. Terdapat pohon rindang untuk berteduh sehingga mengurangi terkenanya terik matahari serta membuat suasana di sekitar lapangan menjadi lebih sejuk dan nyaman. Lapangan ini juga sering menjadi tuan rumah bagi kompetensi olahraga lokal maupun acara olahraga sekolah yang turut membantu dalam perkembangan bakat-bakat muda di bidang atletik dan sepak bola wilayah Patikraja. Event-event ini bukan hanya untuk keseruan saja tetapi juga dijadikan ajang pengembangan bakat.
Sudah beberapa anak Patikraja yang lolos seleksi klub sepak bola profesional serta memenangkan turnamen sepak bola Piala Patikraja atau lomba lari antar desa sekitar 5 KM. Selain fungsi olahraga, lapangan ini juga sebagai tempat penyelenggaraan berbagai acara komunitas seperti melakukan Upacara Hari Nasional dan Perayaan HUT Desa yang menampilkan hiburan seni seperti kuda lumping atau yang sering menjadi sebutan orang Banyumas yaitu Ebeg.
Lapangan sering menjadi titik kumpul untuk melakukan gotong royong antar RT, penanaman pohon dan peresmian fasilitas desa. Komunitas lain dengan melibatkan berbagai seni budaya seperti acara bersholawat, tarian tradisional dan komunitas senam yang dinamakan Komunitas Senam Nusantara (KSN) Banyumas. Lapangan dijadikan aktivitas pemberdayaan sosial dengan adanya bazar Kelompok Wanita Tani (KWT) atau kelompok penggerak desa lainnya. Di keadaan tertentu, lapangan Patikraja juga sering mengadakan pasar malam yang begitu ramai dikunjungi berbagai warga setempat atau warga luar.
Lapangan Adhi Karsa memainkan peran penting sebagai ruang ketiga (third place), istilah yang dipopulerkan sosiolog Ray Oldenburg, tempat orang berkumpul di luar rumah dan di kantor untuk bersosialisasi dengan santai. Terdapat anak kecil berlari kejar-kejaran, bermain petak umpet, gobak sodor, congklak dan lompat tali. Sementara anak remaja bermain kasti di lapangan, ada juga yang bermain gitar sambil ngobrol santai dengan teman-temannya. Bagi orang-orang dewasa, ini tempat digunakan untuk nongkrong sambil ngopi dan diskusi urusan desa seperti kegiatan gotong royong. Dalam budaya Jawa yang kental dengan budaya gotong royong, lapangan ini jadi panggung berbagai acara komunitas misalnya, saat Hari Kemerdekaan 17 Agustus warga mengadakan upacara bendera setelah itu melakukan perlombaan seperti panjat pinang, tarik tambang, balap karung, dan masih banyak perlombaan lainnya.
Kegiatan pengajian rutin PKK atau sholawatan sering diadakan, lengkap dengan adanya panggung, tenda dan karpet untuk duduk. Terdapat panggung hiburan rakyat dengan diadakan dangdut koplo atau ludruk lokal yang bikin suasana menjadi ramai. Acara ini bukan sekedar hiburan tetapi juga untuk memperkuat solidaritas antar warga. Warga yang awalnya hanya kenal biasa menjadi akrab dan saling membantu. Di Patikraja yang mayoritas adalah masyarakat muslim, lapangan ini jadi simbol kebersamaan lintas agama dengan saling bertoleransi, karena kadang ada perayaan Natal atau Imlek kecil-kecilan dari warga minoritas.
Dampak ekonomi dari Lapangan Adhi Karsa cukup besar, meskipun terlihat sederhana. Setiap harinya lapangan selalu dalam keadaan ramai dari pagi hingga malam, tetapi lebih ramai ketika di sore hari karena jam bukanya pedagang kaki lima dengan berjejer di pinggiran. Terdapat berbagai pedagang yang menjual jajanan seperti seafood bakar, leker, cimol dan masih banyak pedagang lainnya yang tentunya banyak disukai bagi kalangan anak remaja. Selain camilan juga terdapat makanan-minuman seperti bakso, soto, es teh dan jus buah. Di lapangan juga terdapat penjual buah-buahan dan pedagang keliling yang menjual permainan anak kecil. Tetapi jika di lapangan terdapat event besar, pedagangnya juga semakin banyak dan penghasilan para pedagang semakin besar. Contohnya seperti ada pasar malam pasti banyak penjual arum manis, sosis bakar maupun obralan baju serba 35 ribu.
Lapangan ini menciptakan ekosistem ekonomi warga karena warga dapat membeli makanan murah tanpa pergi jauh-jauh, pedagang juga mendapatkan penghasilan yang stabil. Bahkan, ada inisiatif buat bazar bulanan dimana petani setempat jual hasil panen langsung. Secara tidak langsung, lapangan ini mendukung ketahanan ekonomi desa terutama di tengah harga BBM yang naik.
Sebagai kesimpulan, Lapangan Adhi Karsa Patikraja adalah aset yang berharga yang melayani berbagai kebutuhan masyarakat. Lapangan ini bertindak sebagai ruang olahraga, ruang interaksi sosial dan ruang penggerak ekonomi lokal. Melestarikan dan mengembangkan lapangan ini adalah tujuan utama untuk menjadi kualitas hidup masyarakat Patikraja agar tetap sehat, solidaritas dan produktif. Sungguh kalcer~
Mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Lahir di Banyumas pada 10 Oktober 2006 dan merupakan anak bungsu dari dua bersaudara.
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!