Cara Trauma Bekerja

Cara Trauma Bekerja

 

Di tubuh mereka mengandung spanduk dengan tulisan besar “Bebaskan kami dari trauma”

Tetapi mereka lupa,

Trauma adalah pabrik satu-satunya yang memproduksi kortisol ganas di tubuh yang hampa tanpa teriakan

 

Ah lucu sekali sebuah ucapan sampai melalap semua peran darimu, lawak sekali kau menakuti sentuhan

Padahal barangkali

Mengandung cinta

 

Kau hanya perlu tau cara trauma bekerja

Tidak terbagi 2 shift

Tidak ada hari libur

 

Yang terpenting jangan mengindah reklamasi dilarang keras

Semua orang harus memiliki topeng Pun harus punya perban

 

Kemarin, trauma sudah bekerja di lini masa awal menginjak nama-nama kopi

Hari itu, trauma sudah bekerja lembur

Di hari-hari jadi

Saat kau menakuti sentuhan

Dan orang, menutupinya dengan perban mereka sendiri

 

 

 

Kehidupan Pukul 03

 

Di bawah bantal, di bawah temaram, di kaki bumi menyelonjorkan diri

Hiduplah seorang bernama insomnia

Konon katanya ia selalu terpejam pada pukul 3 pagi

Menggenggam pisau, untuk mengiris masa lalu

Tak kunjung tidur

Cita-citanya ingin menjadi amnesia

Mimpi terbesarnya membangun jam tidur normal

 

 

 

Kata

Kurasa si kata mengumpat agar aku tidak lagi mengandalkannya dalam upaya jujur menebar hasrat pulang tak kunjung sampai

Kata yang sama mengulang-ulang bagai lagu favorit saat diputar sebelum naik kereta, tapi ulangan ini hanya berlaku untuk pulang namaku.

Kuyakini insomnia bosan berteman denganku dan menyerahkan sebogem gundah sebagai tebusan dosa

Tiada tempat untuk sekedar memejamkan mata dari bayangan lalu seperti rengekan anak kecil.

Bisikan samar menggodamu untuk turun ke bom dasar inti pulang yaitu… Apa

 

 

 

Waktu Tidur

 

Sudah yuk matikan lampu dan tidur

Jika kau tidur lebih malam lagi akankah sengatan masa lalu semakin ganas?

Katanya malam adalah waktu terbaik untuk jujur, namun aku lebih memilih bohong saat ini.

Kebohongan yang mempan memperparah durasi terjaga.

Yang bila baik-baik saja dapat digeser oleh adanya penggeseran romantisasi lalu-lalu

 

 

 

Tidak Ada Temu

 

Kami masih saling bertemu dengan sapaan yang maju mundur

Tetapi, selagi melihatnya baik-baik saja, kehidupan akan sama baiknya

Di sisi peron kereta aku tahu ia tengah kelelahan, jadi kusuguhi roti tawar yang sudah beda cerita.

“Kamu tau kan dari dulu aku selalu panik kalo kamu nggak makan malam?”

Kunyahan roti rasa hambar menyebar ke rongga-rongga aksi asing yang menjalar adanya tolak

“Aku sudah lebih dulu kenyang sama kenyataan, kenapa kita dijarak?” Ia pergi menaiki kereta yang sudah tiba

Bahkan sebelum pernyataanku melesat,

kenapa kenapa kenapa kenapa kenapa

Asing asing asing

Pisah pisah pisah

Tuan asing, nyonya pisah, hamba asing

Menyembah pisah, berai berai berai berai

Aku juga sama laparnya.

Ah.

 

 

Sedang menempuh pendidikan di prodi Hukum Keluarga Islam. Instagram @vanesshinn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
Yuk Berkawan

Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.

Promo Gack dulu, dech Ayooo Berangkat!