

Lagu pop di putar lirih
para pengunjung abai.
Masing-masing dari mereka fokus pesan WA.
Teman dicuekin.
Lima menit kemudian,
teh hangat, tempe goreng datang.
“Silakan diminum,” kata penjual.
Tak ada jawaban balik.
Mereka masing-masing sibuk dengan pacar onlinenya.
2025
Pagi-pagi buta.
Petani sudah sibuk, pukul-pukul kaleng bekas.
Isyarat bahaya.
Bukan mencuri harta,
bukan pula mencuri sepeda motor.
Tetapi, gerombolan burung emprit
sedang nyanyi di daun padi,
sambil menikmati isi padi.
2025
Tiba-tiba gerombolan burung turun.
Bertengger di atas daun-daun padi.
Mereka sama-sama mencicipi.
Tiba-tiba,
terdengar suara petani dari jauh,
gerombolan burung kaget dan terbang.
Suara itu,
suara kaleng biskuit yang diisi dengan kerikil.
Cara sederhana mengusir gerombolan burung bandel.
2025
Sore yang hampir tenggelam.
Di hamparan hijau lapangan,
anak umur lima tahun kejar-kejaran dengan ayahnya.
Lelah, duduk,
Di antara bebatuan.
Mendengarkan suara angin
yang tak pernah terburu-buru berhembus.
Bunga-bunga pohon randu terbang.
Senja sedikit lagi akan hilang,
bersama hembusan angin sore.
2025
Tak pernah tergesa-gesa untuk tiba.
Suaranya lirih,
Didengarkan.
Di antara genting-genting rumah,
daun-daun pohon karsen.
Dan setidaknya diiringi lagu jaz
yang dinyalakan di warung kopi dekat masjid.
2025
Lahir dan berkarya di Pati, Jawa Tengah. Alumnus IAIN Kudus jurusan Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI).
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!