

Adalah ruang hampa tanpa cahaya
Tetapi cahaya kerap lahir di sana
Kedip jutaan bintang
Lentik bulu mata cincin saturnus
Aku selalu menyaksikan nebula seribu warna
Menakjubkan, setiap kau memandang
Aku mencari planet layak huni
Di bundar hitam kilau kelopak galaksi
Menjadi penghuni satu-satunya manusia
Yang kau ketahui setia menemani poros rotasi
Lalu berakhir
Sebagai partikel kosmik paling berharga
Tubuh hujan bermata embun
Menyusuri rute tulang daun
Sebelum jatuh kepada tanah
Ia tak bertanya apakah lenyap setelahnya
Tapi dalam peluk tanah
Ia tumbuh menjadi tubuh lain:
Tubuh yang berharga di sepasang mata
Saat bunga tumbuh menjulang
Setiap taman menyimpan badai dan hujan
Lebah-lebah yang singgah
Tak selalu menemukan sari
Juga layu kering tangkai abu-abu
Tapi dari belahan dunia mana pun
Datang lebah terakhir: berjari titik
Kelak bunga dipetik bukan untuk patah mati
Melainkan mekar manis teduh di pot beranda
Lahir di Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Dipanggil Izik. Suka kopi dan menulis puisi. Buku puisi terbarunya berjudul Lonceng Jantung (Penerbit Lumpur, 2025). Instagram: @bhang_izhik
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!