Seperti Langit dan Laut
;versi lain dari Cinta dan Rahasia-Yura Yunita feat Glenn Fredly

Di balik meja yang tersusun bangku-bangku
Langit terentang
Malam menghampar
Ada bintang di matamu
Yang kutemukan ketika gelap melingkupiku
Ada laut dalam dadaku yang terbelah seperti dalam kisah Musa
—yang sembunyi dan yang harus dikatakan

Aku mencintaimu seperti laut yang tak berubah warna
Tapi kau langit yang menolak warna dariku
Kau dimiliki burung-burung dan awan
O, aku ingin menjelma pelangi
Naik menemuimu

Aku ingin melarang kau mencintai burung-burung dan awan
Tapi mereka terbang dan mengambang dalam dirimu
Tak bisakah kau bercermin dari biru wajahku
hendak menunggumu turun
Bukan, kau tak perlu menjadi ikan-ikan
Untuk sekadar berenang di dalam diriku
Atau menjelma kapal, berlayar di atasku

Tak usah, yang berenang dan merenung dalam diriku kau cintai sepenuh sungguh
Ada yang terentang hendak menantangmu
Memberi warna yang sama
Baru atau biru
Bejana atau kelana
Mencintaimu lebih dari yang kau bayangkan
Apakah malam apakah siang
Tidak ada bedanya
Warnanya tetap sama
Hendak menembus dadamu.

2019

Berdiri di Tepi Sungai 

aku terlalu sibuk mencari 

Seorang pendorong yang baik 

untuk mengajariku berenang 

dalam kata-kata  

dalam kehidupan yang disusun dari ranting- 

Ranting pohon yang butuh angin dan matahari untuk terus tumbuh 

aku ingin belajar menciprak-ciprakkan air dengan kaki dan tanganku  

agar tak tak tenggelam 

Sebab di kedalaman sungai  

hidup yang mengaliri tubuhku  

Doa-doa naik sebagai bubungan asap morse dengan rapalan sepi yang baik 

(sebab rapal doaku yang tak henti) 

akhirnya kuberanikan diri melangkah ke depan 

mendapati wajahku di sebalik air sungai yang alirannya selalu berganti

lalu dengan tiba-tiba aku meloncat ke sungai waktu  

Menjadi perenang yang tak mau lagi tenggelam 

 jam mati di kepala atau di tengah kesibukan dunia yang menjadi- 

Jadi seekor ikan berenang di sungai, aku berdiri di tepi sungai 

Mempersiapkan tangan jadi kail pancing  

dan keberanian adalah umpan yang paling magis. 

2017 

Nyanyian 

Duhai kotaku, bersenandunglah untuk orang-orang yang kalah dalam mencari kerja 

dengan nyanyi paling nyeri 

dengan nada paling tinggi 

biarkan mereka bersuara 

dalam sisa tenaganya dalam sisa suara yang mereka miliki 

biarkan dunia tahu biarkan semua orang mendengar 

Tak ada yang pernah menginginkan kekalahan 

tak pernah ada jalan lurus menuju keindahan hidup 

Wahai malam, menghangatlah 

biar mereka berselimut hangatmu  

Perlahan-lahan pelan-pelan mengusap kesedihan dengan tangannya yang gemetar  

membiarkan kesedihan tertidur di matanya 

biar esok kulihat  

Matahari terbit 

dari wajah-wajah mereka 

2017

Akhir Liburan 

Hari minggu di akhir liburan 

Kau membenci hari senin dengan segala kesibukannya 

Berpikir; bagaimana kalau setiap senin pagi berada di tempat tidur atau pergi ke tempat wisata 

melupakan banyak hal; entah itu luka, atau suka yang lantas jadi duka 

Sepulang dari kota kau mengingat sesuatu; 

kalau setiap senin libur. Barangkali 

kau akan membenci hari selasa 

—dengan segala cuacanya. 

2017 

Yang Tak Bisa Kau Beli 

Hal-hal yang tak bisa dibeli 

Seperti sekotak waktu yang tersaji  

Di atas meja-meja pertemuan 

Cerita matahari atau bulan, 

bintang-bintang cerlang. 

hamparan biru karpet hari terbungkus 

Gelap dan suara-suara nyanyian 

Televise, angin dan 

Puisi  

berulang padam  

pada tubuh dan  

pintu segera ditutup. 

2017

Catatan:

Puisi-puisi ini akan segera dibukukan.

Profil Penulis

Ade Gunawan
Ade Gunawan
Pustakawan Pustakaki. Sangat menggemari baca buku puisi.