

teruntuk para setan
di luar sana.
yang bersemayam
malam hari di gang
panjang yang sepi
pula minim pencahayaan.
tempatku menghuni.
berhenti,
jangan menggangguku
saat pulang nanti;
jangan menungguku
berharap pulang kemudian.
meskipun aku belum
menemukan rumah
ideal tempatku pulang.
kau selalu berharap
siap mengganggu dan
menungguku pulang.
kau membuatku takut.
aku tak ingin rasa takut
kujadikan rumah hanya
sebagai alas kaki tuk
sekedar melewati gang itu.
mungkin kau bahagia
dan terhibur, karenaku.
tapi itu bukan tugasku
membuatmu bahagia
dan terhibur.
aku sangat menderita. dan aku
tidak yakin bahwa aku dapat
merasakan bahagia dan terhibur
sepertimu berkat aku, oleh kau.
bukan berarti aku takut
ditunggu dan diganggu.
sebab
aku
hanya
manusia
biasa
dan juga
bukan logika mistika.
Jakarta, 2026
jangan percayakan dirimu ke cinta yang lain,
karena kelak cintamu akan ditolak. jika kau
setuju bahwa tiada cinta di muka bumi ini
maka itu adalah upaya mengakui versi terbaik
dirimu sendiri.
sekarang sudah waktunya.
barangkali saatnya kau
menahan lapar demi sebuah buku
sastra 40 halaman,
tidur paling malam memikirkan cara
memanjangkan rambut,
mendengarkan banyak lagu-lagu
indie-melow.
atau sudah saatnya kau
usahakan ngopi-ngopi cantik itu
dengan mereka yang tidak sefrekuensi,
dengan mereka yang kita anggap palsu,
dengan mereka yang kesendirian.
sebab tidak ada cinta di muka bumi.
akankah lebih baik kau mengurung
dan meminta maaf pada diri sendiri
lalu bunuh diri?
Jakarta, 2026
mereka sibuk. terlalu sibuk bekerja demi menamakan diri mereka buku politik
dan self-improvement. yang terpaksa diejakan anak punk kepada rezim yang korup.
dan tidak mendapatkan apa-apa selain penolakan. tapi aku menolak iri dan terpana.
mungkin aku lebih terpana dengan puisi-puisi yang bekerja demi dirinya sendiri
dengan senang hati dan memperoleh banyak makna-makna, sehingga dapat membeli rumah yang mewah, sudah cukup bagiku, mimpiku, dan ibu dari anak-anakku nanti.
andai saja sejak kecil mereka tidak dituntut oleh pendidikan agar bercita-cita
menjadi sibuk. mereka tidak perlu susah payah menamakan diri mereka buku
politik dan self-improvement. walau memang hasilnya sangat menjanjikan yaitu
tidak mendapatkan apa-apa dan penolakan. tapi siapa pula mau menjadi sibuk?
Jakarta, 2026
sepanjang hari ketakutanku kini takut gagal mengeja aku daripada melupakan omongan orang-orang yang kubenci. yang rasa-rasanya seperti tenggelam ke dasar laut yang
asin airnya dan paru-paruku terendam ke dalamnya dan kebetulan belum kering bekas luka-luka.
sepanjang hari ketakutanku kini takut kepada anak-anak yang selalu dimenangkan atas segalanya daripada tertidur di atas jam dua belas malam. yang rasa-rasanya seperti menyesal-merugi sebab sedikit waktu supaya mimpi mendatangi sosok perempuan
yang tak aku kenali kemudian aku jatuh cinta kepadanya.
kini lebih tepatnya pukul setengah dua siang ketakutanku mulai marah menyalahkan diriku sendiri yang entah aku salah apa padahal aku tidak salah apa-apa. mau sampai kapan?
aku merasa lelah. aku rasa lelah sewaktu-waktu akan menikamku dan menyerahkan
jasadku kepada takut untuk dijadikan sesajen agar semua orang di dekatku tidak dikutuk merasakan lelah akibat takut.
Jakarta, 2026
begitu malangnya aku hampir setiap hari dikerumuni dan dibersamai orang-orang
yang menjadikan kemalanganku sebagai vitamin c. yang rasa-rasanya jika aku
tidak terjangkit
kemalangan nasib akan satu tumbuh seribu sariawan di bibir dan mulutnya sehingga terbungkam ia tak kuasa lagi menahan perih untuk berbicara tentang diriku kepada
banyak orang.
apa yang dapat kuperbuat selain melepas tawa dan melebur dengan kalimat, sesuatu
yang berlebihan itu tidak baik. bayangkan saja rasanya seperti diare dan mual-muntah.
dan itu belum
terhitung kemalangan nasibmu sendiri. bagaimana rasanya? atau sanggupkah jika
kau membayangkannya saja. pun jika memang hidupmu adalah ketenangan yang
tentu itu juga ketidakmungkinan.
Jakarta, 2026
Seorang pemuda acak biasa asal Jakarta yang menasbihkan waktunya untuk studi di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah dan membaca karya sastra.
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!